Obesitas, 2 Kakak Beradik Perempuan Jalani Operasi Turunkan Berat Badan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 22 Apr 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 22 Apr 2018, 16:00 WIB
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)
Perbesar
Disarankan diet malah berat badan Yogita dan Amisha bertambah. (iStockphoto)

Liputan6.com, India Dua saudara perempuan obesitas di India telah menghabiskan separuh hidup berjuang mengatasi masalah pernapasan dan risiko mati muda. Mereka akhirnya menjalani operasi untuk menurunkan berat badan berkat kebaikan seorang ahli bedah India.

Yogita (8) punya berat badan 58 kg, sedangkan bobot tubuh Amisha (6) 82 kg. Setelah operasi bariatrik--operasi penurunan berat badan--keduanya sudah membaik. Pernapasan kembali lancar.

Sang ayah Rameshbhai Nandwana (36) berasal dari sebuah desa di Gujarat, India barat. Ia sangat senang kedua anaknya dioperasi dan mendapatkan bantuan yang tepat. Kondisi obesitas dua anak perempuan itu pertama kali menjadi pemberitaan internasional pada tahun 2015.

Waktu berusia 5 tahun dan 3 tahun, berat Yogita ditimbang 32 kg, sedangkan berat Amisha 46 kg. Mereka biasa sarapan delapan chapati (roti India) dan enam pisang.

Makan siang dan malam berupa setengah kilogram beras dan tiga mangkuk kari. Mereka juga makan enam bungkus keripik, lima bungkus biskuit, selusin pisang, satu liter susu, dan satu liter minuman berkarbonasi setiap hari.

Rameshbhai, yang menghasilkan gaji hanya Rs 3.000 (£ 35) atau setara Rp679.000 sebulan sebagai buruh biasanya menghabiskan semua uangnya demi memenuhi selera makan anak-anaknya. Kebutuhan makan yang besar pun membuat berat badan anaknya kian naik.

"Saya terkadang dibayar Rs 100 (Rp20.000) sehari. Kadang tidak ada pekerjaan sama sekali. Saya bekerja di ladang, menggali sumur, dan melakukan pekerjaan kasar apa pun yang saya bisa demi mendapatkan uang. Saya tidak bisa membiarkan mereka menangis lapar. Ketika saya tidak punya uang, saya meminjamnya dari saudara dan teman," kata Rameshbhai, dikutip dari Mail Online, Minggu (22/4/2018).

 

 

Simak video menarik berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diet bertambah berat

Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)

Rameshbhai yang memenuhi selera makan Yogita dan Amisha ternyata membuat kedua anak itu obesitas. Sebuah rumah sakit pemerintah lokal menyarankan Rameshbhai untuk tidak memberi makan anak-anak perempuannya secara berlebihan. Sayangnya, diet yang dikurangi menjadi dua chapatis dan kaldu sayuran campuran untuk makan siang dan makan malam membuat gadis-gadis terus bertambah berat badan.

Selama tiga tahun berikutnya pihak keluarga bolak-balik mencari bantuan ke berbagai rumah sakit berupaya temukan cara menurunkan berat badan kedua anak tersebut. Tidak ada hasil atau penurunan berat badan jangka panjang yang berhasil.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, bulan lalu, ahli bedah bariatrik terkemuka di Asia, Mahendra Narwaria, dari Asian Bariatrics Clinic, di Ahmedabad, India bagian barat, mengundang keluarga itu untuk menghadiri pertemuan.

Narwaria menjanjikan bantuan dan bebas biaya demi operasi mengurangi bagian perut kedua anak Rameshbhai. Bantuan juga berlaku konsultasi jangka panjang dan bimbingan tentang penurunan berat badan permanen serta program hormon dan vitamin.

"Saya telah melihat dua anak gadis itu di surat kabar," kata Narwaria. "Tapi saya selalu berpikir, mereka akan menelepon atau pemerintah akan menghubungi saya demi cari bantuan. Akhirnya, saya menyadari mereka tidak akan menelepon, jadi saya mengambil langkah (menghubungi mereka duluan)."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bagian perut diangkat

Obesitas
Perbesar
Setelah operasi penurunan berat badan, Yogita dan Amisha mengalami penurunan.

Narwaria menambahkan, jika Yogita dan Amisha tidak dioperasi, mereka akan mati muda. Anak-anak ini membutuhkan bantuan untuk mengurangi berat badan. Kemudian melanjutkan rencana jangka panjang untuk menstabilkan kondisi tubuh.

Pada 6 Maret 2018, Yogita dan Amisha dibawa ke ruang operasi untuk diambil bagian perut mereka. Keesokan harinya, mereka hanya menjalani diet cair. Setelah tujuh hari, mereka perlahan-lahan mulai makan makanan padat lagi, tapi porsi yang jauh lebih kecil.

Tanpa rewel sama sekali, gadis-gadis itu senang mengikuti rencana diet baru. Keduanya baru menyadari kalau terlalu gemuk.

"Satu anak laki-laki di lingkunganku memanggilku ‘gadis berlemak.' Itu membuatku sedih. Aku tidak suka itu. Aku ingin menurunkan berat badan sehingga bisa main lompat-lompatan bersama teman-teman lainnya," ujar Yogita sebelum operasi.

Sebulan setelah operasi, berat badan Yogita turun 1,8 kg dan Amisha turun 2 kg. Keduanya menunjukkan, tanda-tanda positif kehilangan berat badan. Selama berminggu-minggu berikutnya, penurunan berat badan bisa terjadi. Keduanya pun akan sehat.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya