Viral Tulisan Tangan Dokter yang Sulit Dibaca, Ini Tanggapan IDI

Oleh Aditya Eka Prawira pada 20 Mar 2018, 12:30 WIB
Diperbarui 20 Mar 2018, 12:30 WIB
Ilustrasi Tulisan Tangan Dokter dan Dokter (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Viral foto berisi tulisan tangan dokter yang sulit dibaca. Goresan yang sekilas menyerupai huruf 'm' itu terukir di kolom nama penyakit. Warganet jadi bertanya-tanya dan penasaran penyakit apa yang diidap pasien pemilik secarik surat dokter tersebut.

Adalah Ikram Marki yang turut memviralkan tulisan tangan dokter yang bikin warganet main tebak-tebakan nama penyakit. Dia mengunggah foto itu di akun Twitter pribadi (@ikramarki) pada Minggu, 18 Maret 2018.

Tim Health Liputan6.com mula-mula mengira bahwa kertas itu milik Ikram sendiri. Ternyata tidak. Ikram yang memiliki jumlah pengikut (followers) sebanyak 80 ribu mengaku mendapatkan foto itu dari grup WhatsApp.

Tim kemudian bertanya mengenai hal ini ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dengan mengirimkan gambar itu ke Sekretaris Jendral IDI Dr Adib SpOT. Apakah tulisan tangan dokter yang sulit dibaca itu menyalahi peraturan atau tidak? Dan kira-kira secarik kertas apa yang ada di gambar itu.

 

2 dari 2 halaman

Tanggapan IDI Terkait Tulisan Tangan Dokter Itu

"Itu kayaknya di Malaysia bukan di Indonesia," kata Adib kepada Health Liputan6.com saat dihubungi pada Selasa, 20 Maret 2018. 

"Kertas itu seperti kolom rekam medik poli rawat jalan," ujarnya usai mencermati foto yang beredar itu.

Terkait tulisan tangan dokter yang sulit terbaca ini, Adib mengatakan bahwa pasien punya hak untuk mengetahui diagnosis penyakit yang dia derita. Dan lazimnya tidak ditulis tangan melainkan ketikan.

"Ada yang namanya rekam medik dan ada resume medik. Rekam medik tidak boleh keluar dari rumah sakit, tapi resume singkat tentang penyakit, boleh. Dan itu biasanya terketik dan ditandatangani oleh dokter yang bertanggung jawab terhadap pasien itu," jelas Adib.

Kecuali tulisan tangan dokter yang tergores di secarik kertas resep. Orang awam akan sulit membaca itu karena kata Adib merupakan kode yang hanya diketahui dokter dan apoteker.

Lanjutkan Membaca ↓