Pilek Bukan karena Alergi, Inilah Sebab dan Solusinya

Oleh Aretyo Jevon Perdana pada 20 Mar 2018, 07:00 WIB
Ilustrasi Sakit Flu dan Demam

Liputan6.com, Jakarta Salah satu gejala dari alergi adalah pilek, di mana hidung terus mengeluarkan lendir. Hal ini tentunya membuat Anda merasa tidak nyaman dalam beraktivitas. Namun demikian, pilek ternyata tidak hanya disebabkan oleh alergi. Gangguan ini disebut NAR (Non-allergic Rhinitis).

Dilansir dari Reader Digest, Selasa (20/3/2018), gangguan yang disebabkan oleh peradangan pada selaput hidung ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain infeksi, perubahan suhu, asap rokok, asap dari bahan kimia, konsumsi alkohol, stres, dan ketidakseimbangan hormon.

Selain itu, salah satu faktor yang menyebabkan Anda mengalami pilek tanpa alergi adalah usia yang terus bertambah. Hal ini karena urat saraf pada hidung mulai mengalami disfungsi seiring dengan bertambahnya usia.

Menanggapi hal tersebut, muncul sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal mengenai imunologi klinis dan alergi. Dari penelitian tersebut, salah satu cara mengatasi pilek yang bukan merupakan gejala alergi adalah dengan menyemprotkan kapsaisin dan mengonsumsi makanan pedas.

Profesor Rhinologi di Universitas Leuven dan Amsterdam, Dr. Peter Hellings mengatakan saraf hidung akan menjadi peka jika Anda menyemprotkan kapsaisin atau mengonsumsi makanan pedas.

Meski demikian, dia mengungkapkan kapsaisin tidak dijual bebas. Artinya, Anda dapat memesannya pada dokter atau apoteker untuk mengatasi gejala pilek tersebut.

 

Saksikan juga video berikut ini :

2 of 2

Obat hirup pelega pernapasan juga dapat menyebabkan pilek

Ilustrasi Sakit Flu dan Demam
Pilek juga bisa disebabkan oleh obat hirup yang dapat melegakan pernapasan, seperti dekongestan(iStockphoto)

Selain dari penyebab yang sudah disebutkan, pilek pun rupanya bisa dipicu oleh obat hirup yang biasa digunakan untuk melegakan pernapasan. Obat hirup tersebut disebut dekongestan.

Meski digunakan untuk melegakan pernapasan, penggunaan dekongestan lebih dari lima sampai tujuh hari berturut-turut dapat memicu pembengkakan pada hidung.

Lanjutkan Membaca ↓