DNA Manusia Purba Neanderthal Ada di Manusia Modern

Oleh Benedikta Desideria pada 10 Mar 2018, 11:00 WIB
Diperbarui 10 Mar 2018, 11:00 WIB
Tengkorak sub-spesies manusia purba Neanderthal. (iStockphoto)
Perbesar
Tengkorak sub-spesies manusia purba Neanderthal. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Di dalam tubuh manusia modern rupanya ada sedikit DNA Neanderthal. Neanderthal adalah sub-spesies manusia purba yang memiliki gen berbeda dengan manusia modern (Homo sapiens).

Peneliti mendapati bahwa di dalam tubuh manusia modern saat ini ada sekitar 1,8 - 2,6 persen DNA Neanderthal. Fakta ini terkuak dalam sebuah tulisan di jurnal Science di 2017.

Persentase terbesar DNA Neanderthal ditemukan pada orang-orang di Asia Timur. Yakni sebesar 2,3 - 2,6 persen dari DNA mereka. Persentase DNA Neanderthal terendah terdapat pada orang-orang Eropa Barat yakni hanya 1,8 sampai 2,4 persen mengutip LA Times, Sabtu (10/3/2018).

Spesies Neanderthal awalnya hidup di Eropa dan Asia bagian Barat sekitar ribuan atau ratusan tahun lalu. Namun, sekitar 40 ribu tahun lalu jejak manusia purba ini secara misterius hilang.

Saksikan juga video menarik berikut:

 

2 dari 2 halaman

Perkawinan silang

DNA dan Genetik (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi DNA dan Genetik (iStockphoto)

Antropolog meyakini nenek moyang manusia modern bertemu spesies Neanderthal puluhan ribu tahun lalu saat keluar di Afrika. Itu alasan manusia modern keturunan Afrika tidak memiliki DNA Neanderthal sedikit pun.

"Neanderthal telah tinggal di luar Afrika selama ratusan ribu tahun lalu. Kala nenek moyang manusia kita masuk lingkungan itu, terjadi perkawinan selang dengan manusia modern," kata ahli genetika evolusi yang tidak terlibat dalam studi ini Tony Capra yang merupakan profesor ilmu biologi di Vanderbilt University.

Menurut pakar genetika evolusioner, hadirnya DNA Neanderthal memengaruhi kesehatan manusia modern. Mulai dari risiko serangan jantung, gangguan pencernaan, dan skizofrenia.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait