Tidak Merokok, Kok Bisa Kena Kanker Paru?

Oleh Benedikta Desideria pada pada 13 Feb 2018, 17:30 WIB
20160205-Kanker Paru Paru-iStockphoto

Liputan6.com, Jakarta Merokok bukan satu-satunya faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru. Ada beberapa faktor yang meningkatan risiko seseorang terkena kanker paru, seperti disampaikan dokter spesialis paru RSUP Persahabatan Jakarta, Elisna Syahruddin.

"Penyebab pastinya kanker kan belum ada yang tahu. Jadi yang pasti karena ada faktor risiko. Kalau punya faktor risiko jadi tinggi kemungkinan kena kanker," kata Elisna saat dihubungi via telepon Selasa (13/2/2018).

Polusi udara menjadi faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru. Selain itu, bila seseorang tinggal di daerah yang tinggi zat karsinogen juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker ini. "Misalnya tinggal di dekat pabrik atau pertambangan," kata Elisna.

Faktor risiko lain yang bisa meningkatkan risiko kena kanker paru adalah riwayat kanker di keluarga. Lalu, orang yang sudah 40 tahun ke atas juga rentan terkena kanker paru.

"Jadi, faktornya (risiko kena kanker paru) enggak satu, tapi banyak," jelas Elisna.

 

 

Saksikan juga video menarik berikut:

 

 

1 of 2

Merokok, faktor risiko paling tinggi

20160205-Kanker Paru Paru-iStockphoto
Ilustrasi Kanker Paru Paru (iStockphoto)

Walau ada banyak faktor risiko, Elisna secara tegas mengatakan bahwa paparan asap rokok, baik pada perokok aktif maupun pasif, merupakan faktor risiko paling tinggi kena kanker paru.

"Risiko paling tinggi itu paparan asap rokok terutama pada perokok aktif," tekannya.

"Orang yang tidak merokok saja bisa kena kanker paru, apalagi orang yang merokok. Makin besar risikonya, delapan kali risiko kena kanker paru dibanding bukan perokok," tutup Elisna.

Lanjutkan Membaca ↓