Santri Ponpes Cirebon Kena Hepatitis, Dinkes Tetapkan Status KLB

Oleh Panji Prayitno pada 05 Feb 2018, 11:00 WIB
Diperbarui 05 Feb 2018, 11:00 WIB
Hepatitis, liver, lever

Liputan6.com, Cirebon Mensinyalir puluhan santrinya terkena penyakit hepatitis, Pondok Pesantren Manbaul Ulum 1 Kabupaten Cirebon meliburkan kegiatan di ponpes selama lima hari.

Pengasuh Ponpes, KH. Mahfudz Hudlori, mengatakan kejadian tersebut bermula pada 13 Januari 2018, sebanyak 36 santri mengeluh sakit.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas medis setempat diketahui santri diduga terkena penyakit kuning atau hepatitis.

"Setelah didiagnosis lebih lanjut, ternyata dari keseluruhan terdapat enam orang santri dan satu petugas dapur Ponpes," ujarnya Senin (5/2/2018).

Pengelola Ponpes kemudian mengambil tindakan dengan melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Atas usul Dinas, para santri dianjurkan melakukan vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit.

Mahfudz menuturkan untuk sterilisasi lingkungan Ponpes, pihaknya meliburkan aktivitas di ponpes sejak tanggal 19-23 Januari 2018. Para santri, kata dia, sengaja dipulangkan agar lingkungan pondok steril, sehingga sebaran penyakit tidak meluas.

Dinkes, kata dia, sudah memeriksa santri serta melakukan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan dan sanitasi. Dari 530 santri, sebanyak 95 persen sudah kembali beraktivitas dan sisanya masih di rumah untuk perawatan hepatitis.

 

Saksikan juga video berikut ini: 

 

2 dari 2 halaman

Tetapkan Status KLB

Ponpes Manbaul Ulum 1
Adanya puluhan santri yang terinfeksi hepatitis di Ponpes Manbaul Ulum 1, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Atas kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Dia menuturkan, dari hasil pengecekan sementara di lingkungan pondok pesantren, salah satu penyebab kejadian tersebut karena air yang tercemar kotoran. Air tersebut, ujar dia, membawa beberapa bakteri penyakit hepatitis.

"Belum tahu sampai kapan statusnya dicabut," ujar dia.

Suganda, salah satu orang tua santri, mengapresiasi tindakan ponpes yang meliburkan santrinya demi kesehatan. Meski anaknya tidak menjadi korban, kejadian tersebut membuat orangtua santri khawatir.

"Kebetulan anak saya alhamdulillah sudah vaksinasi ketika kecil, (jadi) tidak kena. Tapi saya apresiasi tindakan pengasuh pondok yang meliburkan para santri," ujar dia.

Hingga saat ini, status KLB belum dicabut, para santri satu per satu mulai kembali ke ponpes dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Sementara pihak Ponpes dan Dinkes Kabupaten Cirebon terus berupaya melakukan penanganan pencegahan penyebaran hepatitis di lingkungan pondoknya.

"Mungkin tes darah terus dilakukan sama penyuluhan, beberapa santri saya lihat juga ada yang diberi imunisasi hepatitis," ujar Suganda. (Panji Prayitno)

Lanjutkan Membaca ↓