Bocah NTT yang Nyandu Isap Bau Septic Tank Bisa Hilang Ingatan

Oleh Liputan6.com pada 02 Feb 2018, 08:54 WIB
Diperbarui 02 Feb 2018, 08:54 WIB
anak ngelem
Perbesar
Ilustrasi anak ngelem (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Kehilangan ingat bisa menimpa bocah tujuh tahun asal Nusa Tenggara Timur yang kecanduan mengisap bau septic tank, bahan bakar minyak (BBM) serta lem Aica Aibon. Demikian disampaikan Kepala BNNP NTT Brigjen Pol Muhammad Nur kepada wartawan di Kupang, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/2).

Menurut Nur, Viktor Seran, bocah asal Kabupaten Belu ini sudah dibawa ke trauma center di Kupang untuk dirawat lebih lanjut. Kalau tidak, bocah yang gemar isap bau septic tank ini bisa mengalami kerusakan permanen pada otak, hati dan ginjal. "Mereka yang kecanduan cenderung mengalami pendarahan pada hidung atau yang dikenal dengan sebutan mimisan,"ujar Muhammad Nur.

Juga dapat mengalami kehilangan ingatan, sulit belajar, melihat sesuatu tidak jelas, kehilangan kendali tubuh, keram, nyeri bahkan batuk parah. Komandan berbintang satu tersebut menyebutkan, mereka yang kecanduan (mengisap septic tank) juga bisa terserang penyakit jatung. Juga dapat mengalami pecahnya pembuluh darah dan berujung pada kematian.

2 dari 2 halaman

Ditangani BNNK

Remaja
Perbesar
Belasan remaja ngelem ditangkap Satpol PP

Kasus pengamanan terhadap Viktor itu dilakukan oleh BNNK Kabupaten Belu, yang kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dibawa ke Kupang. Penangannan yang dilakukan oleh BNNP NTT adalah nantinya akan diperiksa kejiwaan dari anak tersebut di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.

"Sebab dari kasus-kasus yang pernah saya temui mereka yang menghirup lem dan sejenisnya bisa mengalami gangguan kejiwaan," katanya mencontohkan.

Viktor sendiri nantinya juga akan dibawa ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk direhabilitasi agar bisa sembuh dari kecanduannya tersebut. "Biaya menjadi tanggungan pemerintah," katanya.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan sementara Viktor telah mulai mengisap bau-bauan tersebut sejak umur empat tahun karena kakek dan neneknya menjual BBM.

Hal ini juga, menurut Muhammad, karena kurangnya pantauan orang tua kepada anaknya. Sampai saat ini Viktor sudah putus sekolah padahal baru berumur tujuh tahun. (Kornelis Aloysius Ileama Kaha/AntaraNews)

Lanjutkan Membaca ↓