Cerita Konsultan Bank Dunia, Turun Tangan Bantu Korban Gedung BEI

Oleh Aretyo Jevon Perdana pada 15 Jan 2018, 20:00 WIB
Diperbarui 17 Jan 2018, 19:13 WIB
Fransiskus Asisi Wiyono bersama beberapa orang membantu korban runtuhnya lantai balkon Gedung BEI

Liputan6.com, Jakarta Lantai balkon tower 2 Gedung BEI (Bursa Efek Indonesia) mengalami keruntuhan pada Senin siang, 15 Januari 2018.

Dikabarkan banyak korban berjatuhan akibat tragedi yang terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Konsultan Bank Dunia, Fransiskus Asisi Wiyono mengungkapkan kronologi terjadinya musibah tersebut.

Pria yang akrab disapa Pak Wi tersebut mengatakan dirinya tengah berada sangat dekat dengan lokasi kejadian. Ketika peristiwa nahas tersebut terjadi, dia hendak masuk ke lift yang ada di lobby. Posisi tempat dia berdiri berjarak dua meter dari lokasi reruntuhan lantai balkon gedung BEI tersebut.

"Begitu (lift) terbuka, saya dengar suara berderak itu seperti suara helikopter," ujar Pak Wi saat diwawancarai Health Liputan6.com via telepon, Senin (15/1/2018).

Pak Wi melihat puing reruntuhan lantai balkon yang diselimuti debu. Kemudian, dia berteriak meminta semua orang yang ada untuk lari ke pintu darurat. Dia pun berusaha untuk membantu korban yang jatuh untuk keluar dari Gedung BEI

"Banyak mahasiswanya yang saya lihat, mas," ujar dia.

 

Saksikan juga video berikut ini :

 

2 dari 3 halaman

Korban Gedung BEI Mengalami Luka-luka

Korban reruntuhan lantai balkon gedung BEI dibaringkan di atas rumput
Korban reruntuhan lantai balkon gedung BEI dibaringkan di atas rumput

Pada saat membantu korban keluar lokasi, Pak Wi menemukan korban mengalami luka-luka. Dia mengatakan ada korban yang mengaku kesakitan ketika kakinya dipegang. Dia pun tidak bisa menangani korban.

"Saya tidak berani menangani. Takut kalau kakinya patah atau gimana,"kata dia.

Selain itu, Pak Wi juga menemukan seorang mahasiswi yang mengalami pendarahan di kepala. Dia meminta seorang ibu untuk membantu melepaskan jilbab yang digunakan mahasiswi tersebut.

Dia mengungkapkan mahasiswi tersebut mengalami pendarahan di bagian kepala, yakni sepanjang 1-2 cm.

"Saya takut membuka jilbabnya sendiri, maka saya minta tolong ibu-ibu. Lalu, saya lap darahnya dengan sapu tangan," kata dia.

3 dari 3 halaman

Petugas Medis Datang untuk Menolong Korban Gedung BEI

Penjagaan Gedung BEI Ambruk
Petugas kepolisian mengerahkan ambulance dan anjing pelacak untuk mencari korban ambruknya Gedung BEI, Jakarta, Senin (15/1). Para korban dibawa ke rumah sakit RSAL Mintoharjo, RS MRCCC, RSPP Pertamina, dan RS Siloam Jakarta. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Pak Wi mengakui petugas medis tiba di lokasi selama kurang lebih 30 menit setelah kejadian. Beberapa ambulans datang dan petugas medis langsung melakukan pertolongan pada korban. Pada saat itu, dia menemukan seorang korban mengalami trauma yang cukup serius.

"Beruntung ada dokter yang datang, dan setelah ditensi, diketahui korban tersebut mengalami tekanan darah rendah," ujar dia.

Ketika tindakan pertolongan pada korban dilakukan, Pak Wi meminta beberapa orang di sana untuk mencari payung. Dia meninggalkan lokasi kejadian usai korban yang ditangani di halaman rumput ditangani petugas medis.

"Saya berharap korban lekas sembuh,"tutup dia.

Lanjutkan Membaca ↓