Nekat Tiup Terompet Tahun Baru ke Telinga, Ini Risikonya

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 31 Des 2017, 16:00 WIB
Diperbarui 31 Des 2017, 16:00 WIB
Terompet

Liputan6.com, Jakarta Menyambut Tahun Baru 2018, terompet menjadi salah satu benda yang paling laris dibeli. Berbagai bentuk terompet yang unik juga diincar anak-anak. Tak heran, anak-anak bahkan orang dewasa marak meniup terompet.

Terompet yang ditiup juga sebaiknya perlu diperhatikan. Anak-anak bisa saja saling bercanda dengan meniupkan terompet ke telinga orang lain. Namun, ada bahaya mengintai dari meniup terompet ke telinga.

Dalam hal ini, suara terompet pun akan terdengar sangat keras ke telinga. Adanya suara yang sangat keras ke telinga secara langsung akan memicu gangguan pendengaran, menurut Centers for Disease Control and Prevention, Minggu (31/12/2017).

Suara keras sangat berbahaya bagi telinga bagian dalam (koklea). Suara keras ini bisa merusak sel dan membran di koklea. Bahkan suara keras yang memekakkan telinga dalam waktu yang lama bisa membuat sel rambut telinga mati. Anda pun bisa langsung kehilangan pendengaran.

Perlu diingat, kerusakan pada telinga bagian dalam atau sistem saraf pendengaran umumnya bersifat permanen.

 

 

Simak video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Sel rambut di telinga rusak

Terompet
Suara terompet akan terdengar sangat keras ke telinga. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Rata-rata orang lahir dengan sekitar 16.000 sel rambut di dalam koklea. Sel-sel ini memungkinkan otak Anda mendeteksi suara. Sel rambut yang rusak karena efek suara yang sangat keras ke telinga tidak dapat diperbaiki.

Seusai mendengar suara yang sangat keras, seperti di konser musik atau bunyi terompet yang keras, Anda mungkin menyadari, pendengaran tidak sebaik sebelumnya. Anda mungkin tidak mendengar saat bisik-bisik, suara akan terdengar redam.

Paparan berulang pada suara keras pada akhirnya akan menghancurkan banyak sel rambut. Hal ini secara bertahap dapat mengurangi kemampuan mendengar.

Lanjutkan Membaca ↓