Ngendus Makanan Bikin Gemuk, Kok Bisa?

Oleh Nilam Suri pada 04 Des 2017, 09:30 WIB
Kerap mengunyah makanan terlalu cepat? Kata orang hal ini dapat membuat tubuh lekas gemuk. Mitos atau fakta?

Liputan6.com, Jakarta Tahukah Anda, sekedar mencium bau makanan saja sudah bisa membuat gemuk?

Para peneliti mengatakan, indra penciuman, yang membantu Anda menikmati makanan, bisa secara tidak sengaja membuat tubuh berpikir bahwa Anda sudah makan ketika mencium bau makanan.

Temuan ini mengungkapkan, tikus obesitas yang kehilangan indra penciuman akan mengalami penurunan berat badan sedangkan tikus lain dengan indra penciuman baik berat badannya meningkat dua kali lipat. Tikus-tikus ini sama-sama diberi diet tinggi lemak.

Hasil temuan ini menyimpulkan, bau dari makanan yang kita makan bisa jadi memegang peranan penting pada bagaimana tubuh mengatur kalori.

Hal ini juga menunjukkan hubungan antara sistem penciuman dengan area pada otak yang meregulasi metabolisme, terutama hipotalamus, untuk mengetahui penyebab penciuman bisa bikin gemuk. Walaupun sirkuit sarafnya belum diketahui secara pasti, jelas para peneliti.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

2 of 2

Selanjutnya

Suka Cheeseburger? Ini Resepnya yang Paling Enak
Ilustrasi makanan

"Studi ini menunjukkan, jika kita memanipulasi data masukan ke sistem penciuman kita benar-benar bisa mengubah bagaimana otak menerima energi dan bagaimana dia menyebarkannya," ujar Celine Riera dari Cedars-Sinai Medical Centre di Los Angeles, mengutip The Health Site, Senin (4/12/2017).

Tikus, sama seperti manusia, lebih sensitif terhadap bau ketika lapar dibanding sesudah makan. Jadi, berkurangnya indra penciuman menipu tubuh sehingga berpikir ia sudah makan.

Sementara mencari makanan, tubuh menyimpan kalori untuk jaga-jaga seandainya tidak berhasil menemukan makanan. Tapi begitu dapat makanan, kalori tadi akan dibakar, ujar Riera.

Studi ini, yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait