Gizi Tersembunyi dari Gatot dan Daun Kelor

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 31 Okt 2017, 17:00 WIB
Diperbarui 31 Okt 2017, 17:00 WIB
Daun Kelor
Perbesar
(moringa.co.id)

Liputan6.com, Jakarta Makanan lokal ternyata bergizi tinggi. Gatot misalnya, makanan yang terbuat dari ubi kayu ini merupakan makanan tradisional dari Gunung Kidul, Yogyakarta, Jawa Tengah.

Berdasarkan penelitian, diketahui gatot mengandung zat prebiotik. Artinya, ketika gatot dimakan, maka akan menumbuhkan bakteri sehat di dalam usus. Gatot juga sumber karbohidrat untuk energi.

Bukan cuma itu, makanan ini juga bermanfaat menurunkan kolesterol.

"Namun, untuk penambah gizi agar lebih seimbang, masyarakat juga bisa diperkenalkan dengan makanan lain, seperti ikan. Jadi, makanan yang dimakan lebih banyak gizinya," kata Kepala Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan Siswanto saat konferensi pers "Eat Asia-Pacific Food Forum" di Shangri-La Hotel Jakarta pada Selasa (31/10/2017).

Tak hanya gatot, Siswanto melanjutkan, daun kelor pun mengandung zat gizi mikro (mikronutrient). Bila dikonsumsi, daun kelor pun bermanfaat bagi kesehatan. Daun kelor banyak tumbuh di Nusa Tenggara Timur.

Daun kelor bisa diolah menjadi berbagai sajian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara terjangkau.

Kecukupan gizi dari makanan lokal yang ada bisa menjaga masyarakat tetap sehat. Tapi faktor yang lain juga harus diperhatikan adalah keamanan dan kebersihan bahan makanan. 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya