Sarapan Gratis untuk Murid di New York Patut Ditiru

Oleh Umi Septia pada 09 Sep 2017, 06:00 WIB
Diperbarui 09 Sep 2017, 06:00 WIB
Siswa Jarang Makan Makanan Sehat yang Disediakan Sekolah
Perbesar
Makanan sehat untuk makan siang telah banyak disediakan oleh sekolah. Tetapi, sebuah penelitian menunjukkan bahwa siswa tidak memakannya. (Foto: http://dailysignal.com/)

Liputan6.com, Jakarta Setelah menyediakan sarapan untuk para siswa sejak 2003, sekolah-sekolah di New York punya kebijakan baru berupa pemberian makan siang gratis yang dimulai pada Kamis, 7 September 2017. 

Tujuan pemberian sarapan dan makan siang gratis ini untuk membantu meningkatkan konsentrasi belajar anak-anak di New York.

Dilansir dari laman Romper, Sabtu (9/9/2017), kurangnya asupan makanan dan gizi buruk memiliki dampak pada kemampuan berpikir anak-anak dan menghambat proses belajar.

Sebuah studi mengatakan bahwa anak-anak yang kurang mendapatkan asupan makanan memiliki skor aritmatika yang jauh lebih rendah. Selain itu, anak yang melewatkan makan juga cenderung mengalami skorsing dan kesulitan bergaul.

Sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition sependapat dengan temuan tersebut dan juga menemukan hubungan antara kekurangan asupan makanan pada anak dengan ketidakhadiran di sekolah, keterlambatan, kunjungan ke psikolog, kecemasan, agresi, dan disfungsi psikososial.

Saat ini, pemberian makan gratis telah mencakup 75 persen dari sekolah dan sekita 1,1 juta siswa telah mendapatkan makan siang di sekolah.

Saksikan video menarik berikut:

2 dari 2 halaman

Sejarah menyediakan makanan gratis di sekolah

Sejak awal 1930an, pemerintah federal telah memberikan subsidi kepada sekolah umum sehingga anak-anak dengan keluarga yang mengalami kesulitan keuangan dapat makan siang secara gratis.

Namun sayangnya, hal ini menyebabkan kesenjangan sosial karena hanya anak kurang mampulah yang mendapat makan siang. Selain itu, syarat yang harus dipenuhi seperti surat-surat untuk mendapatkan subsidi makan siang membuat banyak orang tua murid yang malu untuk mengurusnya.

Berkat Undang-Undang Anak Sehat dan Bebas Kelaparan tahun 2010, sekolah tidak lagi diminta untuk mengidentifikasi siswa miskin secara spesifik agar memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi makan siang. Saat ini semua siswa bisa menikmati makan siang gratis bersama-sama. 

"Kelayakan sekarang dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan," menurut MSNBC.

Beberapa kota A.S. sudah menyediakan makan siang gratis universal di sekolah umum, termasuk Boston, Chicago, Dallas, Philadelphia, Detroit dan Washington, D.C.

Lanjutkan Membaca ↓