4 Trik Hadapi Serangan Alergi Selama Kehamilan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 16 Agu 2017, 11:30 WIB
ilustrasi ibu hamil

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda mengalami alergi selama kehamilan, Anda harus memahami cara menghadapinya agar tidak menimbulkan risiko buruk pada janin.

Seperti dilansir dari laman Cleveland Clinic, Rabu (16/8/2017), sulit menjelaskan bagaimana alergi dapat memengaruhi kehamilan. Namun, ini juga tergantung pada gejala alergi Anda, ringan atau parah. Gejalanya sendiri kemungkinan tidak akan memengaruhi janin Anda, kata Salena Zanotti, dokter obstetrik dan ginekologi.

Dia membeberkan cara mengatasi alergi selama hamil.

1. Hindari pemicu alergi sebanyak mungkin

Alergen lingkungan seperti jamur, serbuk sari, dan bulu binatang paling sering menjadi penyebab gejala alergi. Alergen tersebut paling sulit dihindari.

Bila tingkat serbuk sari atau polusi tinggi, batasi waktu Anda di luar rumah. Jaga agar jendela tetap tertutup dan nyalakan AC atau kipas angin untuk membantu membatasi paparan polusi dari luar.

2. Obati gejala ringan dengan pengobatan di rumah

Hidung mampet biasa terjadi selama kehamilan. Gunakan humidifier (alat penyerap kelembaban udara) di rumah Anda terkadang bisa membantu memecahkan masalah ini. Ini tidak akan menghilangkan alergen dari lingkungan tapi akan melembabkan udara.Hidung tidak akan mampet. Anda juga bisa mencoba semprotan air garam untuk membantu meredakan hidung mampet.

3. Coba semprotan steroid intra-nasal

Jika alergi Anda parah, cobalah semprotan steroid intra-nasal untuk hidung, seperti Nasonex atau Flonase. Semprotan ini aman digunakan selama kehamilan dan dosis teratur sesuai, kata Dr. Zanotti.

4. Hati-hati dengan suntikan alergi dan obat herbal

Jika Anda telah menerima suntikan alergi sebelum hamil dan menduga akan membantu mengatasi gejala alergi, maka hal itu aman untuk dilakukan suntikan lagi. Namun tidak direkomendasikan melakukan suntikan alergi selama kehamilan karena Anda tidak tahu reaksi apa yang akan dialami.

Untuk pengobatan herbal dan aromaterapi, efek pada wanita hamil belum dipelajari dengan mendalam. Jadi, lebih baik menghindari pengobatan herbal. *

 

Saksikan juga video berikut ini: