Begini Gaya Parenting ala Bunga Citra Lestari

Oleh Aditya Eka Prawira pada 04 Jul 2017, 19:30 WIB
Diperbarui 06 Jul 2017, 19:13 WIB
Bunga Citra Lestari

Liputan6.com, Jakarta Bunga Citra Lestari dan Ashraf Sinclair termasuk tipikal orangtua yang membebaskan buah hati tercinta melakukan yang dia mau. Selama itu baik, dan tetap ada sejumlah batasan yang mesti anak hargai dan patuhi.

"Dan, selama kita pikir dia sudah bisa untuk melakukan itu. Bagaimana pun, kenapa ada orangtua, karena anak butuh dibimbing dan dibatasi," kata BCL di Redaksi Liputan6.com belum lama ini.

Tugas dari orangtua, kata BCL, adalah menuntun si Kecil ke jalan yang benar. Sebab di satu sisi, orangtua selalu berusaha memberikan contoh yang baik buat anak tercinta.

"Tentunya aku sama Ashraf bukan orangtua yang sempurna, yang masih punya banyak kekurangan. Kita sendiri juga nggak tahu apakah sudah layak untuk menjadi panutan atau belum," kata BCL yang percaya bahwa setiap orang punya insting bertahan hidup (survival instinct) masing-masing, termasuk anak.

Noah Sinclair, anak laki-laki yang BCL lahirkan pada 22 September 2010, sudah berumur enam tahun. Selama yang dilakukan Noah masih dalam batasan, baik BCL maupun Ashraf Sinclair tidak akan mempersoalkannya.

"Aku biarkan dia dengan pilihan-pilihannya tapi tetap aku kasih batasan-batasan. Ada prinsipal yang memang nggak boleh (dilanggar), dan ada pula yang "coba aja kalau memang mau dan bisa"," kata Bunga Citra Lestari menambahkan.

Misalkan tata krama dalam hal makan. BCL punya peraturan yang sudah dia terapkan sejak Noah batita. Makan harus di meja makan, makan dilakukan bersama-sama, tidak disuapi, apalagi sambil lari-larian.

"Sejak dia mulai bisa makan, dia makan sendiri. Kadang-kadang masih disuapin tapi dia tetap harus duduk di kursi meja, piringnya ada di depan dia, dan dia tetap pegang sendok," kata BCL yang baru-baru ini meluncurkan film terbaru Surat Kecil untuk Tuhan.

Hal simpel seperti ini yang membuat Noah masih makan di meja makan sampai detik ini. "Apalagi bapaknya Ashraf, punya kebiasaan makan itu harus ramai-ramai dan duduk yang rapi," kata BCL menambahkan.

Satu hal yang benar-benar BCL bebaskan dan membiarkan Noah sendiri yang merasakan dampak dari kebiasaan itu adalah waktu menonton televisi.

"Bukan channel-nya, melainkan boleh berapa lama dia menonton televisi, sampai pada akhirnya dia menyadari bahwa nonton tv terus menerus, membuat dia tidak bisa melakukan hal-hal yang lain, dia jadi malas," ujar Bunga Citra Lestari.

Bila dirasa sudah terlalu lama menonton tv kemudian Noah menunjukkan gelagat yang tidak mengenakkan, baru BCL menasehati dengan cara bicara empat mata.

"Biasanya akan seperti ini 'Gimana? Enak nggak, nonton teve terus di rumah, tidak keluar-keluar? Nggak enak 'kan badannya?'," kata BCL.

"Nonton teve boleh-boleh saja, tapi jangan sampai kayak zombie, jadi kayak ketergantungan. Tetap harus berinteraksi dengan orang lain," kata Bunga Citra Lestari menekankan.

 

Simak video menarik berikut ini