KPAI: Jangan Adopsi Anak karena Alasan Ekonomi

Oleh Liputan6 pada 17 Apr 2017, 15:55 WIB
Diperbarui 17 Apr 2017, 15:55 WIB
Adopsi anak
Perbesar
Anak-anak yang menyukai gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik sangat pas diperkenalkan dengan metode ini. Beberapa sekolah pun banyak yang mengadopsi pendekatan ini di preschool atau taman bermain kanak-kanak.

Liputan6.com, Jakarta Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan seorang anak tidak bisa diadopsi dengan alasan orang tua kandungnya kesulitan secara ekonomi.

"Kalau orang tua anak kesulitan secara ekonomi, kewajiban masyarakat membantunya secara ekonomi, bukan mengambil anak dari keluarganya,"kata Niam di Jakarta, Selasa.

Seorang anak, menurut Nilam, bisa tidak diasuh orang tua kandungnya bila memang orang tuanya tidak bisa memenuhi tanggung jawab untuk memenuhi hak atas pengasuhan yang baik.

Namun, kesulitan ekonomi orang tua tidak bisa menjadi alasan, melainkan faktor-faktor lain yang membatasi orang tua untuk memberikan pengasuhan kepada anak seperti tidak memiliki kecakapan dalam mengasuh.

"Misalnya orang tua yang sakit, mengalami gangguan jiwa, dipidana atau memiliki perilaku yang tidak baik bagi pengasuhan anak," tuturnya.

Niam mengatakan salah satu hak dasar anak adalah memperoleh pengasuhan secara baik. Yang pertama bertanggung jawab memberikan pengasuhan adalah orang tua karena mereka yang menyebabkan kelahiran anak tersebut.

Namun, bila orang tua tidak bisa, tanggung jawab dan kewajiban untuk mengasuh anak beralih ke keluarga terdekat. Bila keluarga terdekat tidak mampu, baru beralih ke masyarakat melalui pola adopsi atau diasuh lembaga sosial.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya