Manusia Purba Ternyata Telah Mengenal Aspirin

Oleh Fitri Syarifah pada 10 Mar 2017, 10:30 WIB
Diperbarui 10 Mar 2017, 10:30 WIB
Manusia Purba
Perbesar
Manusia Purba

Liputan6.com, Jakarta Para ilmuwan menemukan bukti tanaman obat serupa aspirin yang digunakan manusia purba. Obat ini ditemukan dengan menganalisis plak gigi manusia 50.000 tahun lalu.

"Kami menemukan di dalam abses gigi ada sisa tanaman poplar yang berisi obat penghilang rasa sakit asam salisilat. Ini adalah bahan aktif aspirin," kata Direktur Australian Centre for Ancient DNA di Environment Institute, Prof. Alan Cooper, seperti diberitakan the Sun, Jumat (10/3/2017).

Para ilmuwan juga mendeteksi cetakan antibiotik alami, Penicillium. "Rupanya, Neanderthal (anggota genus Homo yang telah punah) memiliki pengetahuan yang baik mengenai tanaman obat. Bahkan mereka mengetahui bagaimana mengatasi rasa sakit dan obat anti-inflamasi," katanya.

Sampel dari empat Neanderthal di Belgia dan Spanyol ini dipelajari oleh tim pakar internasional. Dan Ini adalah plak tertua yang pernah diuji secara genetik.

Alan menuturkan, manusia purba yang ditemukan rata-rata mengonsumsi badak berbulu wol (Woolly rhinoceros), domba, jamur dan kacang pinus.

Para ahli juga menemukan nenek moyang kita berbagi beberapa mikroba penyebab penyakit.

Salah satu peneliti, Prof Keith Dobney dari Liverpool University mengatakan, temuan ini luar biasa. "Ini adalah cara baru dalam memahami sejarah evolusi kita," katanya.