Heboh Arab, Mengenal Sarapan Sehat ala Timur Tengah

Oleh Liputan6 pada 06 Mar 2017, 06:48 WIB
Diperbarui 06 Mar 2017, 06:48 WIB
The Hummus Bar
Perbesar
Suatu restoran di Israel menawarkan potongan harga bagi warga keturunan Yahudi dan keturunan Arab jika mereka bersama di satu meja. (facebook.com/Mhumusbar)

Liputan6.com, Jakarta Sarapan di pagi hari sangatlah penting untuk dilakukan. Selain menambah energi, sarapan juga dibutuhkan untuk meningkatkan fokus dan kerja otak. Seiring dengan tren Heboh Arab saat ini, kenali berbagai macam sarapan sehat yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Arab yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Labneh
Labneh sering sekali dikonsumsi oleh masyarakat Timur Tengah. Dikenal akan rasanya yang enak, ringan, dan menyegarkan, labneh merupakan sejenis keju lembut yang telah menjadi makanan tradisional masyarakat Lebanon.

Sering kali disebut dengan lebneh atau zabedi, labneh merupakan makanan yang sehat karena kaya akan kandungan protein. Variasi dari lebneh juga tergantung dari kandungan susu yang bisa didapatkan dari sapi, kambing, dan domba. Karena hampir mirip dengan yoghurt, labneh dianggap seperti makanan probiotik.

Probiotik dapat berfungsi untuk menjaga kadar keseimbangan bakteri dalam sisitem pencernaan sehingga dapat memudahkan proses pencenaan. Di Arab, Labneh biasanya disajikan dengan mint kering dengan campuran garam serta minyak zaitun, serta roti Arab.

2. Fuul/ fool
Salah satu makanan yang paling menyenangkan untuk disantap sebagai sarapan adalah fool atau bisa disebut fuul.

Fuul sendiri terbuat dari kara oncet atau kacang babi yang dihancurkan. Pembuatannya pun bisa berbeda-beda di setiap negara di Timur Tengah.

Bagi para vegetarian, fuul bisa menjadi salah satu alternatif sumber protein yang biasa didapatkan dari daging. Selain itu kacang babi mengandung serat dan folat atau vitamin B kompleks yang baik diperuntukan untuk tubuh.

Folat bahkan bisa dikonsumsi untuk orang yang mengalami alergi atau penderita saluran pernapasan. Cara mengonsumsinya pun bisa dicampurkan dengan tomat cincang, merica dan cabai, keju feta dan irisan tipis dari sayuran lobak.

3. Hummus
Hummus sering menjadi pilihan banyak masyarakat Timur Tengah untuk sarapan. Selain untuk sarapan juga biasa dikonsumsi sebagai hidangan pembuka. Cara penyajiannya juga bisa disebut Fatteh. Namun Fatteh lebih terkenal sebagai masakan Arab.

Bahan dasar dari hummus biasanya terdiri dari kacang panjang atau buncis yang dikupas. Kandungan buncis dalam masakan ini mengandung protein dan kaya akan serat. Untuk sebabnya hummus juga cocok dikonsumsi kaum vegetarian.

4. Shakshuka
Shakshuka sering kali dikonsumsi oleh masyarakat Timur Tengah untuk sarapan. Namun shakshuka bisa dikenal sebagai masakan rumahan masyarakat Libya.

Shakshuka terdiri dari bahan dasar telur yang direbus sambil diaduk kemudian dicampurkan dengan saus tomat, lada, dan bawang. Di Arab, sarapan berbahan dasar telur yang diaduk biasanya ditambahkan dengan kayu manis atau bumbu rempah-rempah.

Telur menjadi bahan dasar makanan yang sering digunakan karena mengandung protein, asam amino dan zat besi. sedangkan kayu manis dikenal sering digunakan untuk berbagai macam pengobatan dan mencegah radang.

Jenis sarapan di Timur Tengah mengandung banyak asupan protein untuk memberikan energi dalam tubuh. Selain lezat, makanan untuk sarapan di Arab juga kaya akan nutrisi dari rempah-rempah dan menyehatkan. (Aida Tifani)