Orang yang Sering ke Luar Negeri Rentan Selingkuh?

Oleh Benedikta Desideria pada 08 Feb 2017, 14:40 WIB
Diperbarui 08 Feb 2017, 14:40 WIB
Atasi Permasalahan Bahasa Saat Traveling dengan 6 Tips Berikut
Perbesar
Jangan khawatir dengan kendala dan permasalahan bahasa saat traveling. Ini tipsnya.

Liputan6.com, Jakarta Pergi ke luar negeri memiliki banyak keuntungan, diantaranya memberi pengalaman baru dan kreatif melihat hal baru. Jika dilihat dari segi negatif, ada juga. Rupanya orang yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri memiliki kecenderungan selingkuh.

Paparan budaya yang berbeda memiliki kecenderungan kehilangan moral yang selama ini dianut. Termasuk mengenai kesetiaan sehingga menjadi selingkuh.

Saat melihat kehidupan di luar negeri, orang tersebut jadi mengetahui bahwa moral adalah relatif bukan absolut. Fakta ini terungkap dalam sebuah studi 'sisi buruk pergi ke luar negeri' oleh peneliti Columbia University, Amerika Serikat.

Hasil analisis ini konsisten pada beberapa populasi budaya serta tahap kehidupan manusia. Mulai dari anak SMA, mahasiswa, hingga paruh baya.

"Hasil studi menunjukkan pengalaman di luar negeri mendorong seseorang untuk 'membelokkan' aturan moral sehingga muncul kecenderungan perilaku yang kurang bermoral," kata peneliti seperti mengutip Daily Mail, Rabu (8/2/2017).

Namun tidak semua pengalaman pergi ke luar negeri mengubah membuat seseorang jadi selingkuh. Mereka yang tinggal di luar negeri dengan jangka waktu lama cenderung lebih rentan berselingkuh daripada yang hanya seminggu atau dua minggu saja.