Pesepakbola Berkaki Satu Nico Calabria Jadi 'Fitspiration' Dunia

Oleh Adanti Pradita pada 16 Des 2016, 10:00 WIB
Diperbarui 16 Des 2016, 10:00 WIB
Nico Calabria
Perbesar
Pesepakbola AS Nico Calabria, ramaikan dunia maya ketika video keberhasilannya cetak gol dengan satu kaki tersebar luas di internet. (sumber:Dailymail)

Liputan6.com, Massachusetts- Tidak ada alasan apa pun yang mampu mematahkan semangat atau membuat upaya pencapaian cita-cita seseorang terhambat jika niat dan ambisinya kuat. Ini dibuktikan oleh seorang pesepakbola berkebangsaan Amerika Serikat yang usianya masih 19 tahun, Nico Calabria.

Tidak seperti pesepakbola lainnya yang mengandalkan kedua kaki saat aktivitas olahraga tersebut, Nico hanya bisa mengandalkan kaki kirinya saja lantaran terlahir hanya dengan satu kaki.

Keterbatasan fisiknya memang menjadi kendala, apalagi untuk seorang penggemar jenis aktivitas yang kerap mengandalkan keaktifan kedua kaki untuk melakukannya.

Kendati begitu, Nico pantang menyerah dan tetap berupaya menjalankan hobinya bermain bola dan juga tidak malu untuk lakukan hal atau aktivitas olahraga lainnya meski sering dikucilkan.

Nico diketahui sangat aktif bermain bola di sekolahnya Concord-Carlisle, Massachusetts, AS dan sempat menjadi bagian dari tim inti olahraga sepak bola di SMA tersebut.

“Saya tidak ingin keterbatasan fisik saya menjadi penghalang meraih cita-cita,” tuturnya, mengutip Men’s Fitness, Jumat (16/12/2016).

Ia terpilih untuk masuk ke tim inti sekolah lantaran terbukti hebat dan lihai dalam bermain bola. Bahkan Nico sempat menjadi fenomena besar di dunia maya karena keberhasilannya mencetak gol dengan hanya mengandalkan kaki kirinya saja.

Kehebatannya itu pasalnya direkam dan diunggah ke internet. Lebih dari dua juta orang menyaksikan fenomena menakjubkan tersebut. Ratusan komentar orang yang berdecak kagum akan kehebatannya bisa dilihat di bagian bawah video yang telah diunggah ke internet.

Selain kemampuannya main bola, Nico juga membuat banyak orang terpukau dengan keberhasilannya mendaki dan sampai ke puncak gunung Kilimanjaro menggunakan satu-satunya kaki yang ia miliki.

Pada saat itu usianya padahal masih 13 tahun dan pendakian tersebut ia lakukan demi mengumpulkan dana untuk keperluan amal dan misi kemanusiaan.

Luar biasa bukan? Nico dengan keterbatasan fisiknya justru lebih semangat dan berhasil menggalang dana lebih dari US$ 100 ribu atau hampir Rp1,4 M untuk program amal, sementara banyak orang lain yang hidupnya tak seberat dia enggan untuk melakukan hal berperikemanusiaan sepertinya.

“Sangat penting untuk kita semua lebih fokus pada hal yang sudah kita punya, bukan pada hal yang belum kita punya. Kaki saya memang hanya satu, tetapi yang penting saya tetap punya kaki, kan? Syukuri apa pun, terlepas dari besar atau kecil skalanya,” tutupnya.

Tag Terkait