Baby and Daddy: Papa Dadan, Jagoan Gendong Anak Pakai Kain

Oleh Nilam Suri pada 11 Des 2016, 15:00 WIB
Diperbarui 11 Des 2016, 15:00 WIB
Baby and Daddy: Papa Dadan Kuswaraharja
Perbesar
Baby and Daddy kali ini menampilkan Papa Dadan, jagonya gendong anak pakai kain.

Liputan6.com, Jakarta Sekarang ini peran ayah bukan hanya mencari nafkah dan anak-anak tanggung jawab ibunya. Bapak-bapak juga harus ikut andil dalam perkembangan anaknya sejak dini. Salah satu caranya menyempatkan waktu bersama anak meski sebentar, misalnya menggendongnya. Seperti ayah di edisi Baby and Daddy hari ini, Minggu (11/12/2016)

Bapak sekarang juga sudah lebih melek tentang pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) dengan memberikan support kepada sang istri yang baru melahirkan. Bahkan, bapak-bapak sekarang juga jago menggendong anak dengan kain jarik.

Dadan Kuswaraharja lebih jago menggendong anak menggunakan kain dibanding sang istri.

Iya, kain jarik yang saya, Melly Febrida, maksud itu kain gendongan batik yang kata orang nyaman digunakan ketika menggendong anak, mulai dari bayi sampai balita. Ini terbukti pada papanya anak-anak atau suami saya, Dadan Kuswaraharja.

Membuktikan kelihaiannya untuk Baby and Daddy kali ini, Papa Dadan bisa dibilang lebih jago dibanding saya soal menggendong anak. Semua anak-anak kami, mulai dari anak pertama hingga ketiga saat bayi sering digendong papanya. Dan papanya sukses membuat anaknya tertidur di gendongannya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Anak bau tangan

Ayah Dadan Kuswaraharja
Perbesar
Dadan Kuswaraharja lebih jago menggendong anak menggunakan kain dibanding sang istri.

Kata orang tua, anak yang masih bayi jangan dibiasakan digendong atau nanti bau tangan. Tapi, suami saya pernah bilang nggak apa-apa selagi bayi sering digendong. Nanti pada masanya anak-anak sudah nggak mau digendong dan kita bakal kangen menggendongnya. Ehm...bener juga sih. Mungkin itu yang membuat suami saya rela menggendong buah hatinya berlama-lama.

Anak ketiga kami Virendra Jusuf Kuswaraharja baru saja berumur 2,5 bulan. Tapi, kata neneknya sudah bau tangan. Senang tidur digendong dibandingkan diletakkan ke kasur.

Bagaimana nggak senang, papanya bisa menggendong Viren minimal 30 menit. Kalau nggak pakai jarik, pakai gendongan sling. Saya sih senang-senang saja kalau Viren digendong suami, jadi saya bisa menemani kakaknya yang baru berusia 2,5 tahun.

Dadan Kuswaraharja lebih jago menggendong anak menggunakan kain dibanding sang istri.

Tapi, saya bakal kelimpungan saat papanya kerja. Saat Viren maunya digendong dan anak kedua kami Nayla minta dipangku. Bingungkan, mau pilih yang mana :)

Sebelum suami berangkat kerja, kami berdua bekerja sama mengurus ketiga anak. Kakaknya Habibie Faeyza (Abie) yang berusia 7 tahun sudah kelas dua SD dan sudah belajar mandiri. Mandi dan makan sudah sendiri, jadi lumayan ngebantu kami menghadapi kehebohan di pagi hari.

Tugas papanya di pagi hari adalah menggendong Nayla jalan-jalan keluar rumah, bisa jalan kaki atau memboncengi Nayla naik sepeda saat saya mengurus sarapan dan sebagainya. Beruntung suami saya bukan kerja yang harus berangkat pagi-pagi. Jadi bisa bergantian menggendong Viren dan Nayla.


Masakan papa lebih enak

Ayah Dadan Kuswaraharja
Perbesar
Dadan Kuswaraharja lebih jago menggendong anak menggunakan kain dibanding sang istri.

Kalau saya nggak ada ide masak apa atau kurang enak badan, nah papanya anak-anak yang rela memasak sarapan. Kata anak-anak masakan papanya lebih enak.

Urusan gendong menggendong belum berakhir sebelum papanya kerja. Saat mengantar Abie sekolah saja papanya menggendong Nayla dengan mengendarai motor. Gendongnya bukan pakai jarik ya, melainkan gendongan tipe kanguru.

Jadi, tugas gendong bayi bukan hanya ibu-ibu yang jago. Bapak-bapak malah lebih jago dan sabar. Anak bau tangan itu nantinya akan membuat kangen saat dia sudah tumbuh besar.

*Ingin eksis seperti Baby and Daddy di atas? Sahabat Liputan6.com bisa mengirimkan foto bayi Anda dan sang ayah beserta kisah singkatnya ke email redaksi Health: health.liputan6@gmail.com, dengan syarat sebagai berikut,

- Kirimkan 5 foto lowres (@ maksimal 1 MB) bayi dan ayah dengan pose dan angle menarik

- Tulis kisah singkat lima paragraf tentang bayi Anda

- Cantumkan data diri (nama, nomor telepon, alamat)

** Kami akan memuat foto "Selfie Baby and Daddy" setiap minggu

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya