Makan Cokelat Saat Hamil Bisa Turunkan Risiko Preeklampsia

Oleh Fitri Syarifah pada 03 Sep 2016, 19:34 WIB
Diperbarui 03 Sep 2016, 19:34 WIB
Konsumsi Cokelat Saat Hamil Bikin Jantung Ibu & Bayi Sehat
Perbesar
Jika Anda pecinta cokelat yang sedang hamil, mungkin ini adalah kabar baik bagi Anda.

Liputan6.com, Jakarta Jangan keburu menjauh dari makanan manis saat hamil. Sebuah studi baru mengungkap, sepotong cokelat ternyata memiliki manfaat bagi ibu hamil.

Seperti diberitakan Fitpreagnancy, Sabtu (3/9/2016), penelitian yang dipublikasikan dalam the Society for Maternal and Fetal Medicine ini menemukan manfaat tak terduga dari cokelat selama kehamilan. Flavanol yang terkandung di dalamnya, ternyata dapat meningkatkan fungsi plasenta dan mengurangi risiko preeklampsia.

Preeklampsia/eklampsia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi di dunia khususnya negara-negara sedang berkembang. Di Indonesia, preeklampsia berat dan eklampsia merupakan penyebab kematian ibu berkisar 1,5 persen sampai 25 persen, sedangkan kematian bayi antara 45 persen sampai 50 persen, menurut data Kementerian Kesehatan.

Kejadian preeklampsia/eklampsia bahkan menyebabkan 50.000 kematian per tahun di seluruh dunia atau 10 persen dari total kematian maternal.

Dalam hal ini, para peneliti mempelajari 129 perempuan yang berusia antara 11 dan 14 minggu kehamilannya. Separuh perempuan diberi cokelat dosis rendah dan setengah lainnya coklat dengan flavanol berdosis tinggi. Semua wanita diberikan 30 gram cokelat per hari.

Menurut uterine artery Doppler pulsarility index (yang mengukur kecepatan darah di rahim, plasenta dan sirkulasi janin) mereka yang mengonsumsi cokelat mendapatkan manfaat mengejutkan. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan pada preeklampsia, hipertensi gestasional, berat plasenta atau berat badan lahir antara kedua kelompok. Ini artinya, bukan semata-mata flavanol yang memberikan manfaat. 

Melihat hasil penelitian ini, para peneliti tidak dapat merekomendasikan cokelat dalam jumlah tertentu pada hamil. Namun mereka tidak menilai cokelat buruk. Jadi Anda mungkin boleh mengonsumsinya sesekali.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya