Pendampingan untuk Anak-Anak seperti Aaliyah dan Zahwa Massaid

Oleh Aditya Eka Prawira pada 31 Agu 2016, 11:00 WIB
Diperbarui 31 Agu 2016, 11:00 WIB
Zahwa dan Aaliyah
Perbesar
Bagaimana penampilan kedua putri Reza Artamevia sekarang? Sumber: Instagram.

Liputan6.com, Jakarta Simpati terus berdatangan untuk Aaliyah Massaid dan Zahwa Massaid setelah ibu mereka, Reza Artamevia, dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Para netizen juga membayangkan kondisi psikologi dari buah cinta Reza bersama Adjie Massaid tersebut.

Aaliyah dan Zahwa sudah merasakan getirnya hidup sedari kecil. Kedua orangtua bercerai, tidak lama kemudian mendapat ibu baru, setelah itu sang ayah meninggal dunia dan mereka harus tinggal bersama ibu tiri. Badai kembali menghampiri saat Angelina Sondakh harus masuk penjara karena kasus korupsi.

Badai kembali menerjang Aaliyah dan Zahwa dengan dinyatakannya Reza Artamevia positif mengonsumsi narkoba.

Menurut psikolog keluarga Anna Surti Ariani, supaya Aaliyah Massaid dan Zahwa Massaid tidak mengalami hal-hal buruk karena peristiwa pahit yang mereka alami kini, sangat diperlukan sebuah support system yang andal. Keduanya harus diasuh oleh orang yang tepat dan tidak boleh sembarangan.

"Maksudnya, diasuh, ditemani, didampingi oleh keluarga terdekat yang ada. Nenek dan kakek, om dan tante, atau siapa saja yang memang bisa sesering mungkin berada terus di dekat mereka," Kata Anna kepada Health-Liputan6.com, Rabu (31/8/2016)

Bicara mengenai efek psikologis yang akan diterima keduanya, Anna mengatakan, semua tergantung dari banyak hal. Tidak hanya tergantung dari kasus yang menimpa Aaliyah dan Zahwa. "Tergantung juga dari usia si anak. Kedekatan anak dengan siapa. Diasuh oleh siapa. Efek buat anak kecil, remaja, dan anak-anak usia dewasa juga berbeda," kata Anna.

Anna lalu berpesan agar orang-orang yang nantinya mengasuh Aaliyah dan Zahwa Massaid untuk sesering mungkin memberi keduanya kesempatan menceritakan hal yang sedang mereka pikirkan. Berikan mereka waktu untuk mengemukakan apa pun yang sedang dipikirkan tentang orangtuanya.

"Dari situ nantinya bisa dibantu untuk mengatasi masalahnya," ujar Anna.