Kenapa Ibu Hamil Harus Babymoon?

Oleh Aditya Eka Prawira pada 28 Jun 2016, 11:30 WIB
Diperbarui 28 Jun 2016, 11:30 WIB
Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie
Perbesar
Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie babymoon di Taiwan [foto: instagram/chelseaoliviaa]

Liputan6.com, Jakarta Babymoon atau jalan-jalan menikmati hari-hari jelang kelahiran si jabang bayi ke dunia bukanlah sesuatu yang wah lagi di kalangan pasangan milenial. Dan mereka pun bisa menentukan tempat menarik untuk babymoon.

Seperti yang dilakukan pasangan Rani Mukerji dan Aditya Chopra yang memilih babymoon ke Eropa. Namun, Anda harus tahu alasan terkuat memilih babymoon, dikutip dari Times of India, Selasa (28/6/2016).

1. Perkuat ikatan

Selama perjalanan singkat itu, Anda sebagai suami dapat mencurahkan perhatian penuh ke istri dan si jabang bayi. Ada baiknya tidak melakukan hal-hal seperti yang dilakukan turis pada umumnya.

2. Bersantai

Psikolog dan konselor keluarga di Mumbai, India, Dr Arjun Shirodhkare, mengatakan, calon ibu harus beristirahat dan menikmati hal-hal sederhana dalam hidupnya. Ini tidak hanya baik untuk bayi dalam kandungan tapi juga ibu.

Lagipula inilah kesempatan Anda untuk dapat bersantai sebelum Anda sibuk mengurusi makan si bayi, mengganti popok, dan sulit tidur karena anak yang rewel.

3. Merencanakan masa depan

Arjun menambahkan, banyak pasangan menggunakan waktu ini untuk membicarakan anggaran belanja, pengaturan keuangan, dan pembagian tugas setelah bayi lahir.

4. Waktu yang tepat

Ragu Dixit, ginekolog dari Mumbai, mengatakan rencanakan babymoon antara bulan kelima sampai ketujuh karena bulan-bulan ini hormon perempuan hamil kembali normal dan morning sickness berkurang.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya