Jeruk Nipis dan Paparan Cahaya Matahari Sebabkan Luka Ini

Oleh Bella Jufita Putri pada 14 Jun 2016, 15:00 WIB
Diperbarui 14 Jun 2016, 15:00 WIB
luka bakar
Perbesar
phytophotodermatitis dari jeruk nipis jika terpapar sinar matahari menyebabkan luka bakar seperti ini.

Liputan6.com, Jakarta Berjemur di bawah sinar matahari ditemani segelas Margarita (minuman dengan buah-buahan segar mengandung alkohol) mungkin menjadi perpaduan yang sempurna. Namun, saat Margarita tumpah ke permukaan kulit Anda akan berakhir dengan luka seperti ini.

Seorang pria mendapatkan luka di tangan menyerupai luka bakar usai ketumpahan Margarita yang mengandung jeruk nipis. Melansir laman Greatist, Selasa (14/6/2016) reaksi jeruk nipis yang disebut dengan phytophotodermatitis sering dikaitkan dengan penyakit kapur.

Yasmine Kirkorian, M.D., ahli kulit dari George Washington University School of Medicine and Health Sciences, mengatakan bahwa jeruk nipis dan buah atau sayuran lainnya termasuk wortel dan seledri yang mengandung furocoumarins mampu menyebabkan kerusakan kulit jika terpapar sinar UVA.

Belum ada penelitian konkret yang menunjukkan berapa banyak jeruk nipis yang mampu memberikan efek luka bakar seperti kasus ini. Namun Kirkorian menduga kontak bias sinar UVA dengan jeruk nipis menghasilkan phytophotodermatitis.

"Tetapi jumlah persisnya sehingga menghasilkan luka dan ruam seperti ini tidak diketahui," ujar Kirkorian.

Untuk mencegah kondisi ini, Kirkorian menyarankan untuk mencuci tangan sebersih mungkin dan menggunakan sabun tentunya agar partikel jahat yang tak dapat dilihat dengan kasat mata hilang total.

"Setelah penyabunan, melindungi kulit dengan tabir surya penting untuk dilakukan," Kirkorian mengingatkan.