CT Scan Bakal Ungkap Alasan Mumi Meninggal 300 Tahun Lalu

Oleh Fitri Syarifah pada 07 Apr 2016, 19:00 WIB
Diperbarui 07 Apr 2016, 19:00 WIB
Mumi
Perbesar
Sebuah rumah sakit di Amerika mengungkap alasan meninggalnya sepasang mumi, ibu dan anaknya 300 tahun lalu.

Liputan6.com, Jakarta Teknologi medis modern kian membantu manusia menelusuri misteri kehidupan. Belum lama ini sebuah rumah sakit di Amerika mengungkap alasan meninggalnya sepasang mumi.

Seperti diberitakan Insideedition, Kamis (7/4/2016), mumi ini dimakamkan di bawah gereja Hungaria dan diperkirakan meninggal 300 tahun lalu.

Para peneliti menduga, penyebab kematian keduanya karena tuberkulosis namun mereka tidak benar-benar yakin. Hingga akhirnya kedua mumi dibawa ke Pusat Medis California, Orange County Global Medical Center untuk di CT Scan.

"Sekarang kita akan memiliki jawaban dari rahasia hidupnya," kata antropolog Ildiko Szikossy KCBS.

Setelah bertahun-tahun berspekulasi, kata Szilassy, sejumlah data akan dianalisis. Sejauh ini peneliti mencatat, nama wanita tersebut adalah Veronica Orlovits dan anaknya bernama Johannes. Dia berusia 38 tahun ketika meninggal dan anaknya berusia sekitar satu tahun.

Mereka ditemukan di bawah sebuah gereja di Vac, Hungaria pada 1994 bersama beberapa anak lain. Szikossy percaya, CT scan dapat membantu para peneliti memahami apa yang menyebabkan mereka meninggal di ruang bawah tanah bawah tanah, termasuk bagaimana kehidupan mereka.

"Mengapa begitu banyak anak meninggal pada anak usia dini?. Tak lama lagi kita akan mengetahui jawabannya," ujar Szilassy.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya