Mensos: Bank Dunia Catat Penerima PKH Miliki Perubahan Signifikan

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 06 Apr 2016, 11:00 WIB
Diperbarui 06 Apr 2016, 11:00 WIB
Mensos: Bank Dunia Catat Penerima PKH Miliki Perubahan Signifikan
Perbesar
Bank dunia memiliki laporan lengkap terkait program CCT atau PKH di Indonesia yang diperlukan untuk perluasan jangkauan dan monitoring.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, hasil survei dari bank dunia menyebutkan Conditional Cash Transfer (CCT) atau Program Keluraga Harapan (PKH) memiliki dampak signifikan bagi para penerimanya.

“Bank dunia memiliki laporan lengkap terkait program CCT atau PKH di Indonesia yang diperlukan untuk perluasan jangkauan dan monitoring,” ujar Mensos di Dermaga TNI Angkatan Laut, Biyorsi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Selasa (5/4/2016).

Salah satu dampak positif, kata Mensos, PKH terhadap para ibu penerima yaitu adanya peningkatan pemeriksaan kesehatan ketika mereka hamil atau memiliki anak bayi dan balita.

“Bagi para ibu penerima PKH ada peningkatan pemeriksaan kesehatan baik ketika mereka hamil atau pun saat memiliki bayi atau pun balita,” ucapnya.

Hal yang sama terjadi bagi para siswa yang berusia 6–21 tahun yang menerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan besaran SD Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, serta SMA Rp 1 juta yang dicairkan empat kali dalam setahun.

“Para siswa yang menerima bantuan KIP  menjadi lebih rajin masuk kelas, sehingga hal itu bisa meningkatkan prestasi belajar di sekolah mereka,” katanya melalui siaran pers yang diterima Liputan6.com.

Bagi para ibu hamil yang menerima PKH juga bisa meningkatan derajat kesehatan, misalnya tercukupinya asupan gizi yang baik dan seimbang termasuk untuk janin dalam yang dikandungnya.

Selain itu, ada tambahan bagi Keluarga Sangat Miskin (KSM) dengan bantuan tetap Rp 500 ribu sehingga bisa mensupport kebutuhan keluarga tersebut.

“Memang ada tambahan bantuan tetap Rp 500 ribu bagi KSM untuk mensupport kebutuhan dari keluarga tersebut,” tandasnya.

Ke depan, pemerintah ingin memastikan bahwa penerima PKH juga bisa menerima rastra. Hal itu sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi atau integrated system dari program perlindungan sosial.

“Pemerintah tengah melakukan proses pemadanan sehingga akan terjadi sinergitas data. Artinya, setiap penerima PKH dipastikan menjadi menerima rastra,” katanya.

Sedangkan peran strategis dari para pendamping PKH di seluruh Indonesia, yaitu secara berkala melakukan monitoring dengan mendatangi para penerima program sekaligus memastikan ketepatan penerima bantuan.

“Secara berkala para pendamping PKH melakukan monitoring dengan mendatangi para penerima program dan memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak ada pemotongan oleh siapa pun,” tandasnya.