Wanita Usia Produktif Lebih Suka Sarapan Mi dan Gorengan

Oleh Fitri Syarifah pada 23 Mar 2016, 09:31 WIB
Diperbarui 23 Mar 2016, 09:31 WIB
Ini Alasannya, Gorengan Tak Dianjurkan Saat Buka Puasa
Perbesar
Ilustrasi gorengan | Via: istimewa

Liputan6.com, Jakarta Figur wanita sehat yang bakal menjadi calon ibu pada kenyataannya kian jauh dari harapan. Menurut data Kementerian Kesehatan, wanita usia produktif cenderung hanya mengonsumsi mi dan gorengan untuk sarapan.

Demikian disampaikan Direktur Kesehatan Keluarga,DrgEniGustina saat memberikan presentasi di acara "Puncak Perayaan Gizi Nasional" di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (22/3/2016). 

"Makanan wanita usia produktif, pagi-pagi sarapan mi, dan beli bala-bala (bakwan). Jadi tepung dan sayur saja dianggap cukup padahal mereka ada yang bekerja di pabrik. Bisa dibayangkan kalori mereka yang tidak memenuhi gizi," katanya.

Eni menuturkan, data konsumsi makanan di Indonesia masih sangat bervariasi dengan tingkat gizi masih rendah. Bahkan seringkali orangtua merasa bangga membawa anaknya ke restoran fast food. Padahal masalah gizi ini harus diajarkan sejak dini.

"Ibu makan sayur dan buah ketika mendapat dukungan dari keluarga atau suaminya serta izin dari ibunya. Ini berarti butuh dukungan keluarga untuk memulai gizi seimbang sejak dini," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, sarapan yang sehat seharusnya tidak hanya memenuhi kebutuhan makronutrien melainkan mikronutrien. Untuk itu, dia menganjurkan konsumsi sayur dan buah juga dapat ditingkatkan.