Ortu Didik dengan Cara Keras, Anak Berisiko Jadi Pribadi Kasar

Oleh Melodia pada 13 Feb 2016, 16:00 WIB
Diperbarui 13 Feb 2016, 16:00 WIB
Ilustrasi Kekerasan Pada Anak
Perbesar
Ilustrasi Kekerasan Pada Anak (iStock Photo)

Liputan6.com, Jakarta Walaupun seorang ibu yang cerewet terbukti dapat membuat seorang anak menjadi lebih sukses, sebuah studi baru menemukan bahwa orangtua yang menggunakan cara-cara manipulatif dan menimbulkan perasaan bersalah pada anak mereka dapat membuat sang anak menjadi lebih emosional dan kasar ketika mencapai usia dewasa.

Pemimpin penelitian Jamie Abaied dan koleganya di University of Vermont melakukan 2 studi terpisah. Abaied dan rekan-rekannya meneliti kadar keringat pada 180 mahasiswa yang diminta mengingat pengalaman pahit dalam hidup mereka. Ternyata, semakin mereka berkeringat semakin buruk keadaan anak tersebut, mengindikasikan keadaan yang disebut sebagai “high arousal” atau kondisi reaktif terhadap rangsangan yang berkaitan dengan emosi tinggi. 

Para peneliti menemukan bahwa para partisipan dengan kondisi high arousal lebih kuat ini berkemungkinan lebih agresif dan kasar terhadap orang-orang di sekitar mereka. Di sisi lain, mereka yang berkeringat lebih sedikit memperlihatkan “blunted arousal” atau reaksi rendah terhadap rangsangan emosi, dan ternyata lebih mudah untuk tetap tenang.

Abaied kemudian menggunakan kuesioner untuk mengetahui anak-anak yang tumbuh dengan orangtua yang lebih sedikit mengkontrol cenderung lebih menampilkan kondisi blunted arousal.

"Kita harus menyadari bahwa para orangtua sangat berpengaruh terhadap anak-anak," ujar Abaied pada pernyataan penelitian.

“Terlihat bahwa pengasuhan orangtua yang baik lebih melindungi mereka. Pengasuhan yang baik mencegah mereka menjadi agresif terhadap hubungan dengan lingkungan mereka,” tutup Abaied seperti dilansir dari laman Good Housekeeping, Sabtu (13/2/2016).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya