Peneliti Temukan Obat Tetes Mata untuk Penyembuhan Katarak

Oleh Alexander Lumbantobing pada 11 Nov 2015, 12:00 WIB
Diperbarui 11 Nov 2015, 12:00 WIB
Obat Tetes Mata Untuk Penyembuhan Katarak
Perbesar
Sumber UCSF

Liputan6.com, San Francisco - Suatu zat kimia diketahui dapat membersihkan katarak pada tikus maupun jaringan lensa mata manusia dalam sejumlah percobaan laboratorium. Para peneliti juga sudah memberikan lisensi kepada sebuah perusahaan untuk mengembangkannya agar dapat diterapkan pada manusia.

Hebatnya, menurut para peneliti, zat kimia tersebut cukup cair sehingga dapat dipergunakan sebagai obat tetes mata. Dengan demikian, cara pengobatan kebutaan katarak menjadi lebih mudah dan lebih murah.

Tim peneliti ini terdiri dari para ilmuwan University of California San Francisco (UCSF), University of Michigan (U-M), dan Washington University di St. Louis (WUSTL).

Katarak adalah kondisi degeneratif yang disebabkan pelipatan dan penggumpalan protein di dalam mata sehingga menjadi kristalin yang menyebabkan lensa mata kehilangan kejernihannya.

Para peneliti telah mencari cara pencegahan penggumpalan protein dan pengurai gumpalan—amiloid—yang sudah terbentuk.

Pada Juli lalu, para peneliti di University of California San Diego (UCSD) melaporkan bahwa zat kimia itu, lanosterol, membersihkan katarak pada lensa mata kelinci dan anjing. Dalam penelitian itu lanosterol harus disuntikkan ke dalam mata karena belum cukup cair untuk dijadikan obat tetes mata.

Para peneliti University of California San Francisco (UCSF) dan University of Michigan melanjutkan meneliti zat tersebut, sehingga didapatlah zat nomor 29. Di laboratorium, zat tersebut meluluhkan amiloid yang sudah terbentuk dan menstabilkan kristalin sehingga mencegahnya menggumpal menjadi amiloid.

Dalam penelitian baru yang diterbitkan dalam Jurnal Science, para peneliti menguji zat itu pada tikus yang mendapatkan mutasi supaya mendapat katarak dan tikus yang memang secara usia alamiahnya mendapatkan katarak.

Ternyata zat yang mengandung zat nomor 29 memperbaiki kejernihan di lensa mata hewan itu. Hal serupa terjadi pada jaringan lensa mata manusia yang terkenak katarak yang diambil melalui pembedahan.

Suatu obat tetes baru sedang dikembangkan untuk menyembuhkan katarak, sehingga penyembuhan katarak tidak perlu pembedahan lagi. (Sumber UCSF)

Zat ini telah dilisensi oleh University of Michigan kepada perusahaan ViewPoint Therapeutics yang dididirikan oleh progam inkubator UCSF supaya mengembangkan penggunaan zatnya pada manusia.

Berdasarkan kemiripan amiloid yang menjadi penyebab katarak pada mata dan zat lain yang terbentuk pada bagian-bagian lain tubuh manusia dan menjadi penyebab penyakit degeneratif, Jason Gestwicki, PhD berpendapat bahwa penelitian ini dapat mengarah kepada penyembuhan sejumlah penyakit lain.

Kata wakil profesor kimia farmasi di UCSF itu melalui terbitan pers, “Kalau kumpulan protein penyebab katarak dilihat menggunakan mikrograf elektron, sulit dibedakan dari zat penyebab penyakit Alzheimer's, Parkinson's, ataupun Huntington's.”

Ia melanjutkan, “Dengan meneliti katarak, kita dapat mengukur teknologi kita dan menunjukkan dengan bukti konsep bahwa teknologi ini dapat juga dipergunakan pada penyakit sistem saraf lainnya, sehingga mengarahkan kita kepada gagasan pertama untuk obat yang dapat kita uji dalam percobaan-percobaan klinis.” (Alx)

Live Streaming

Powered by