2 Kata Kunci Pernikahan Bahagia

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 23 Okt 2015, 13:30 WIB
Diperbarui 23 Okt 2015, 13:30 WIB
20150929-10 Lansia Ini Menciptakan Rekor Dunia yang Menakjubkan
Perbesar
George Kirby dan Doreen Luckie memecahkan rekor sebagai pasangan dengan jumlah usia paling banyak yang pernah ada di dunia. Saat pernikahan berlangsung di 13 Juni 2015, George berusia 103 tahun dan istrinya menginjak usia 91 tahun. (huffingtonpost.co.uk)

Liputan6.com, Jakarta Semua orang tentu tahu bahwa ungkapan "I love you" atau "Aku cinta kamu" merupakan kunci agar hubungan berjalan langgeng. Namun, jika terlalu sering diucapkan juga akan terasa usang dan kehilangan makna.

Untuk menjaga agar perasaan Anda dan pasangan tetap terkoneksi dengan baik dan terwujud pernikahan bahagia hingga tua, ada kata kunci lain yang perlu Anda dan pasangan tahu.

Peneliti dari Georgia University bertanya pada 468 pasangan menikah tentang pasangan masing-masing dan hubungan mereka. Ditemukan bahwa rasa syukur adalah prediktor terbaik tentang seberapa bahagia seseorang dalam pernikahannya.

"Ini menunjukkan betapa kuatnya ungkapan 'terima kasih`," penulis studi Allen Barton mengatakan pada Daily Mail. Barton adalah peneliti di Center for Family Research, University of Georgia.

"Meskipun pasangan merasa ada kendala atau stres di area lain, rasa syukur dalam hubungan bisa membantu hubungan pernikahan menjadi lebih positif," lanjutnya.

Mengucapkan 'terima kasih' juga bisa memperbaiki hubungan setelah pasangan mengalami perang mulut, dilansir dari laman Today, Jumat (23/10/2015).

"Ini merupakan cara paling praktis bagi pasangan untuk menguatkan pernikahan mereka. Terutama jika mereka tidak pandai berkomunikasi ketika berkonflik," ucap Barton.

Jelas sangat mudah untuk menganggap sepele kehadiran satu sama lain. Tapi dengan bersyukur Anda akan sadar bahwa pasangan Anda perlu mendapat apresiasi.

"Semua pasangan tentu pernah berbeda pendapat dan bertengkar," ucap Ted Futris, rekan profesor di Georgia University. "Yang membedakan antara pernikahan yang langgeng dengan yang tidak adalah seberapa sering mereka berdebat, bagaimana mereka berdebat, dan bagaimana mereka memperlakukan satu sama lain sehari-hari," tandasnya. (*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya