5 Hal yang Harus Diketahui Pasangan Sebelum Menikah

Oleh Liputan6 pada 17 Nov 2015, 19:59 WIB
Diperbarui 17 Nov 2015, 19:59 WIB
Perbaikan Gizi Bisa dimulai Sebelum Menikah
Perbesar
Perbaikan gizi itu bisa dimulai sebelum menikah. Foto: ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta Semua yang terlihat dari luar tak seperti yang dirasa. Kalimat ini sangat pas untuk menggambarkan suasana pernikahan di bawah 5 tahun. Periode ini menjadi masa krisis dalam rumah tangga, begitu banyak adaptasi yang perlu dilakukan pasangan saat tinggal satu atap.

Bagi mereka yang akan menikah tentunya memiliki impian berumah tangga yang harmonis. Banyak cerita dari teman atau saudara yang membuatnya merasa ingin untuk segera berumah tangga. Namun kenyataannya hanyalah satu sisi cerita yang didapat.

Melansir Boldsky, Selasa (17/11/2015) berikut ini adalah beberapa cerita yang tak pernah dibahas oleh orang yang menikah:

Pernikahan kunci masalah kehidupan

Kabanyakan dari kita tumbuh dengan mentalitas bahwa pernikahan adalah jawaban untuk segalanya. Tapi ini sama sekali tidak benar. APakah Anda akan merasa yakin jika kehidupan Anda akan lebih baik setelah menemukan pasangan hidup? Jangan pernah tertipu pemikiran ini. Menikah sama artinya Anda menambah masalah baru dalam kehidupan. Jadi pikirkan baik-baik apakah Anda benar-benar sudah siap untuk menambah masalah baru dalam hidup atau belum.

Saling melengkapi

Hidup berdua saling melengkapi memang harus dilakukan oleh mereka yang telah menikah. Tapi faktanya, hal ini hanya berlangsung di awal bulan pernikahan. Satu sama lain akan merasa jika pasangan kita terlalu ingin mengetahui apa yang kita kerjakan dan protektif.

Pasangan tidak lagi menarik

Pagi bertemu, malam bertemu, begitu juga seterusnya. Suasana ini pasti akan membuat kita merasa bosan. Perjalanan waktu juga akan membuat kita tersadar jika ia tak semenawan waktu pacaran. Perubahan fisik usai pernikahan menjadi pemicunya, artinya Anda dan pasangan harus saling menjaga penampilan.

Keburukan mulai terlihat

Banyak pasangan yang menyembunyikan sisi buruknya ketika pacaran. Ini karena ia ingin menikahi Anda. Saat berumah tangga sisi buruk tak mungkin lagi untuk dibendung. Banyak orang sering kali mengeluhkan hal ini. Untuk bertahan kuncinya hanyalah kesabaran.

Rasa benci yang berujung perceraian

Banyak orang merasa benci pada pasangannya saat dihadapi dengan sifat buruknya. Melihat lawan jenis di luar rumah terasa lebih menarik. Janganlah sampai Anda tergoda untuk cerai atau selingkuh. Ingatlah alasan mengapa Anda ingin menikahi pasangan, tentunya bukan untuk bercerai bukan? (Yasmine)