Pusat Riset Temulawak Diresmikan

Oleh Fitri Syarifah pada 13 Agu 2015, 16:58 WIB
Diperbarui 13 Agu 2015, 16:58 WIB
Pusat Riset Temulawak Soho
Perbesar
Pusat Riset Temulawak Soho di Sukabumi

Liputan6.com, Jakarta Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi alam dan sumber bahan jamu. Melihat hal ini, perusahaan farmasi Soho Global Health berusaha memaksimalkan potensi tersebut dengan meresmikan pusat Riset Temulawak di Sukabumi, Jawa Barat.

Fasilitas herbal yang diberi nama Soho Centre of Excellence in Herbal Research (SCHER) ini memiliki luas sekitar 12,5 hektar. Kelompok utama, kebun temulawak seluas 7 hektar dan sisanya difungsikan sebagai sarana pengolahan tanaman.

"Temulawak (Curcuma Xanthorriza) merupakan tanaman herbal asli Indonesia yang memiliki manfaat medis beragam. Khasiatnya mulai dari memelihara fungsi hati, sebagai antioksidan, memperbaiki fungsi pencernaan dan mampu menurunkan lemak darah," kata Executive Vice President Supply and Operation SGH Made Dharma Wijaya saat ditemui wartawan, Kamis (12/8/2015).

Menurut Made, salah satu keunggulan temulawak sebagai varietas yang diteliti adalah kandungan cucurminoid dan xanthorrhizol oil yang memiliki banyak manfaat kesehatan seperti menjaga kesehatan hati dan imun tubuh.

"Secara empiris tanaman ini memiliki manfaat yang tentu menguntungkan manusia, baik secara kesehatan, ekonomi dan wawasan budaya. Karena kami juga mengajarkan masyarakat sekitar untuk berbudi daya dan hasilnya kami beli," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, turut hadir President Commissioner Soho Global Health Tan Eng Liang, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparringa, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Prof Tjandra Yoga Aditama dan wakil rektor Institut Pertanian Bogor Prof Yonny Koesmaryono, PhD.

"Ada 900 produk tradisional mengandung temulawak. Semuanya unggulan tanaman asli Indonesia. Tanaman jenis rimpang ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan nafsu makan, antiinflamasi dan sebagainya," kata Roy.

Roy berharap, ke depan tanaman ini menjadi produk unggulan Tanah Air seperti layaknya tanaman ginseng di Korea. "BPOM akan lakukan proses pengawasan produksinya dan mendorong pelaku usaha untuk terus menggali kekayaan Indonesia," pungkasnya.