Kenali 10 Bakteri Berbahaya pada Makanan

Oleh Fitri Syarifah pada 02 Agu 2015, 14:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2015, 14:00 WIB
9 Negara yang Menolak Rekayasa Genetika
Perbesar
Rekayasa genetika bisa dilakukan di berbagai bidang, mulai dari bakteri, hewan dan tumbuhan untuk tujuan tertentu.

Liputan6.com, Jakarta Pada banyak kasus keracunan makanan, mikroba adalah salah satu penyebab iritasi lambung dan usus. Konsekuensinya pun bisa sakit perut, muntah dan diare. Oleh sebab itu, penting untuk mewaspadai kontaminasi makanan dan perhatikan kebersihannya. 

Berikut ini ada 10 bakteri yang sering ditemukan pada makanan. Simak ulasannya, seperti dikutip MSN, Sabtu (1/7/2015):

1. Norovirus

Norovirus adalah patogen yang dapat menyebabkan muntah dan diare. Pada 2014, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan, norovirus adalah penyebab paling umum gastroenteritis yang menginfeksi lebih dari 19 juta orang per tahun di Amerika Serikat.

Yang perlu Anda ketahui, bakteri ini dapat menular. Gejalanya pun bisa Anda alami selama 60 jam.

Cara menghindarinya: Cuci buah dan sayuran dengan baik, dan pastikan mencuci tangan Anda dan hindari kontak dengan orang yang terinfeksi.

2. Salmonella

Bakteri ini biasanya terdapat pada daging, makanan laut, keju, susu yang tidak dipasteurisasi, jus, dan produk mentah.

Cara menghindarinya: Kurangi konsumsi telur setengah matang. Masak unggas165 derajat, dan daging sapi untuk 160 derajat.

3. Botulisme

Spora C. botulinum dapat menyebabkan kegagalan pernafasan dan kematian. Gejalanya berupa sulit melihat, bicara cadel, kesulitan menelan, dan kelemahan otot. 

Cara menghindarinya: laman Mayo Clinic merekomendasikan untuk selalu mendidihkan makanan kaleng selama 10 menit sebelum Anda memakannya. Tips lainnya, makan kentang panggang yang dibungkus foil.

2 dari 3 halaman

E. Coli

4. E. Coli

E. coli secara alami hidup di dalam tubuh manusia dan hewan. Sebagian besar bakteri ini tidak berbahaya. Tetapi beberapa strain, termasuk O157 atau H7 dapat mendatangkan malapetaka pada lapisan usus kecil ketika tertelan. Walhasil, Anda bisa mengalami diare, muntah dan kram perut parah.

Cara menghindarinya: daging sapi yang tidak dimasak dengan benar adalah sumber umum infeksi. Sebisa mungkin konsumsi daging minimal medium rate.

5. Listeria

Beberapa bulan lalu, publik dikejutkan dengan penemuan bakteri listeria pada apel impor. Bakteri ini memang cukup berbahaya karena pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau penyakit yang serius bagi bayi baru lahir. Dan siapa pun dengan sistem kekebalan lemah berisiko tinggi terkena infeksi seperti leher kaku, kejang dan kehilangan keseimbangan. 

Cara menghindarinya: Hindari makanan mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, dan seafood beku. 

6. Staph

Sebenarnya beberapa orang memiliki Staphylococcus aureus di kulit mereka, dan biasanya bakteri ini tidak menyebabkan masalah. Tapi ketika terjadi kontaminasi makanan dan kurang menjaga kebersihan, maka Anda bisa mengalami keracunan makanan.

Cara menghindarinya: Lakukan cuci tangan rutin. Jauhi dapur ketika Anda sedang flu atau infeksi mata, maupun saat Anda mengalami luka atau infeksi kulit pada tangan.

3 dari 3 halaman

Shigella

7. Shigella

Bakteri ini menyebar melalui tinja. Biasanya penderitanya akan mengalami diare walaupun rasa sakit perut akan hilang sendiri dalam 5-7 hari.

Cara menghindarinya: Bila bepergian, pastikan gunakan wadah untuk makanan dan minuman yang aman dan dalam wadah tertutup. 

8. Bacillus cereus

Bakteri ini dapat menyebabkan diare dan muntah. Untungnya, gejala ini hanya berlangsung selama sekitar 24 jam. Selagi Anda buang air, cobalah untuk tetap terhidrasi.

Cara menghindarinya: Hati-hati untuk tidak membiarkan sisa makanan terlalu lama. Simpan di lemari es bila Anda belum mau memakannya.

9. Toxoplasma gondii

Gejala toksoplasmosis bervariasi, seperti flu selama satu bulan atau lebih, dan kasus terberat dapat menyebabkan kerusakan otak.

Cara menghindarinya:Ibu hamil hindari konsumsi babi, domba, dan daging rusa.

10. Vibrio parahaemolyticus

Ditemukan di perairan payau, muara, dan teluk pantai, bakteri ini tumbuh subur selama musim panas untuk mencemari kerang. Gejalanya dapat berupa kram, muntah, demam dan biasanya berlangsung hingga tiga hari.

Cara menghindarinya: Memasak kerang di rumah, rebus tiram, selama lima menit setelah kerang terbuka, atau uap sampai kerang terbuka. 

Lanjutkan Membaca ↓