Perlakuan Ortu ke Anak Sama, Kepribadian Kok Beda?

Oleh Liputan6 pada 30 Jul 2015, 19:30 WIB
Diperbarui 30 Jul 2015, 19:30 WIB
Anak Pertama Biasanya Lebih Pintar dari Adiknya, Benarkah?
Perbesar
Ilustrasi. Foto: news.byu.edu

Liputan6.com, Jakarta Setiap anak itu unik. Jadi orangtua (ortu) jangan heran kepribadian anak berbeda-beda meski perlakuan ortu yang diberikan sama persis. Kok bisa anak yang satu lebih emosional sedangkan yang lain tidak, apa sebabnya?

Psikolog Klinis Linda Blair menjelaskan, sebuah studi menemukan anak-anak cenderung lebih mirip teman-teman sekelas mereka dibanding saudara mereka. Para peneliti berpendapat ini karena anak-anak berusaha untuk membedakan diri dari saudara mereka dibanding dari rekan-rekan mereka. Alhasil, orangtua akan menganggap mereka sebagai individu.

"Apakah ini benar, anak-anak dalam keluarga yang sama sering memiliki kepribadian yang sangat berbeda, bahkan ketika mereka adalah kembar," tulis Blair seperti dikutip NZHerald, Jumat (31/7/2015).

Menurutnya, kepribadian merupakan karakteristik yang menentukan bagaimana kita berpikir, bersikap dan merasa. Karena itulah kepribadian menjasi masalah yang rumit. Untungnya, tidak ada psikolog yang masih percaya kepribadian sepenuhnya warisan atau seluruhnya dipelajari.

"Semua orang sekarang setuju, kepribadian merupakan hasil dari interaksi antara pengalaman kita dan genetik. Ini berarti juga menerima tidak ada berperilaku secara konsisten dalam semua situasi," ujarnya.

Lingkungan kita, lanjut Blair, membantu membentuk kepribadian kita. Ia juga sepakat tiga faktor lingkungan paling mempengaruhi perkembangan kepribadian, yakni sikap dan aturan kebudayaan saat kita tumbuh, cara mengasuh, dan posisi urutan kelahiran.

Ada lima kepribadian di lingkungan kita yang paling kuat dengan pengaruh lingkungan, yakni ekstroversi (keluar, bersosialisasi), neurotisme (rawan emosi negatif), agreeableness (percaya, santai terhadap orang lain), kesadaran (terorganisir, efisien, disiplin), dan keterbukaan terhadap pengalaman (penasaran dan konvensional). Namun, meski kepribadian tersebut paling bertahan, masih bisa berubah jika ada tekanan kuat di lingkungan dan jika kita bertekad untuk berubah.

"Teori kepribadian telah menunjukkan kepada kita, karakteristik apapun dapat diubah, meskipun beberapa - kesadaran atau sosialisasi - akan lebih sulit tergeser daripada yang lain, seperti ketegasan atau kejujuran.

"Kuncinya adalah menemukan cara memotivasi mereka untuk berubah, dan menciptakan lingkungan yang memperkuat kualitas yang diinginkan dan menghambat yang tidak diinginkan. Ketika kita sedang berhadapan dengan lima karakteristik yang paling tahan terhadap pengaruh lingkungan, ingat, bagaimanapun Anda harus bersabar." (Melly F)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya