Mari Manfaatkan Jeruk Nipis dan Daun Sirih untuk Kesehatan Gigi

Oleh Gabriel Abdi Susanto pada 07 Jul 2015, 12:30 WIB
Diperbarui 07 Jul 2015, 12:30 WIB
Jeruk Nipis

Liputan6.com, Jakarta Sudah banyak bahan alami yang dijadikan sebagai bahan produk modern, di antaranya jeruk nipis dan daun sirih. Orang selama ini mengenal jeruk nipis yang dicampur dengan kecap sebagai ramuan untuk meredakan batuk. Rasanya yang asam juga membuat Citrus aurantifolia ini tidak dimakan sebagai buah segar, melainkan sebagai minuman.

Jeruk nipis juga kerap digunakan sebagai penyedap makanan. Bahkan, jeruk jenis ini kemudian banyak dipakai sebagai bahan alami perawatan kecantikan, pelengkap ramuan obat tradisional, dan pembersih alat dapur atau sarana rumah tangga.

Dalam perawatan kecantikan, jeruk nipis antara lain dijadikan bahan sampo alami bagi rambut berketombe. Belakangan, jeruk nipis yang juga disebut sebagai lime ini digunakan untuk bahan pasta gigi.

Kandungan vitamin C, kalsium, dan fosfor yang menonjol dalam jeruk nipis tak hanya diperlukan oleh tubuh, tetapi juga gigi. Menurut Prof. DR. Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB, yang juga redaktur ahli di Tabloid Gaya Hidup Sehat, kandungan vitamin C dalam jeruk nipis sekitar 27 mg per 100 g, sedangkan kalsium dan fosfor berturut-turut, 40 mg per 100 g dan 22 mg per 100 g.

Selain jeruk nipis, bahan yang juga terdapat dalam pasta gigi adalah daun sirih. Zaman dulu, banyak orang menggunakan daun sirih sebagai bahan utama menginang. Daun sirih ini dicampur kapur dan gambir, kadang juga ditambah buah pinang, sehingga menjadi serangkaian pembersih mulut dan penguat gigi.

Daun sirih memang diketahui memiliki zat bermanfaat untuk menguatkan gigi, menyembuhkan luka kecil di mulut, menghilangkan bau mulut, serta menghentikan perdarahan di gusi. Daun sirih juga dapat mencegah terjadinya gigi berlubang.

Secara tradisional daun sirih juga digunakan untuk mengatasi bau badan, bau mulut, maupun sariawan. Pada tanaman obat asal India, Sri Lanka, yang sudah dikenal sejak tahun 600 SM ini terkandung zat antiseptik yang mampu membunuh kuman. Kandungan fenol dalam sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa.

Penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biokimia IPB meng¬ungkap bahwa minyak atsiri yang terdapat dalam daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang cukup besar.

Dalam penelitian berjudul Gambaran Efek Pasta Gigi yang Mengan¬dung Herbal terhadap Penurunan Indeks Plak yang dilakukan oleh Bagian Kedokteran Gigi Anak FKG Unpad, Inne Suherna Sasmita dan Arlette Suzy Puspa Pertiwi, serta mahasiswa FKG Unpad, Muttaqin Halim, dipaparkan bahwa daun sirih memiliki aktivitas antibakteri yang semakin meningkat sesuai dengan meningkatnya konsentrasi minyak atsiri.

Daya bakteri minyak atsiri daun sirih ini disebabkan oleh kehadiran senyawa fenol dan turunannya yang dapat mende¬naturasi protein sel bakteri. Bahan aktif tersebut adalah kavikol dan betelfenol. Senyawa ini memiliki daya antiseptik yang kuat dan kavikol memiliki daya pembunuh bakteri lima kali lipat dari fenol biasa.

Dengan sifat-sifatnya itu, produsen pasta gigi lantas memasukkan kedua bahan alami tersebut dalam produknya. Harapannya, tentu saja agar manfaat yang terkandung di dalam daun sirih dan jeruk nipis itu dapat membantu menyehatkan dan menguatkan gigi.