Tips Mudik Aman, Nyaman, dan Sehat dari Menkes Nila Moeloek

Oleh Aditya Eka Prawira pada 01 Jul 2015, 09:00 WIB
Diperbarui 01 Jul 2015, 09:00 WIB
Pantauan Arus Balik Jalur Pantai Selatan
Perbesar
Kondisi arus balik Lebaran di jalur selatan, Cileunyi masih terpantau lancar. Puncak arus mudik memang diperkirakan akan terjadi pada Minggu ini lantaran senin esok semua aktifitas sudah kembali normal.

Liputan6.com, Jakarta Jelang mudik Lebaran, calon pemudik diimbau agar lebih berhati-hati dan menyiapkan segala keperluan dengan matang. Termasuk menyiapkan fisik yang sehat, agar perjalanan mudik berjalan lancar dan selamat sampai tujuan tanpa menderita sakit apa pun.

Untuk itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek memberikan tips mudik aman, nyaman, dan juga sehat. Berikut tipsnya yang disampaikannya di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (30/6/2015):

1. Siapkan fisik sehat dan prima sebelum mudik.

2. Periksa kondisi kelayakan kendaraan.

3. Tidak meminum obat-obatan yang menyebabkan kantuk atau minuman keras sebelum dan selama mengemudi.

4. Beristirahat tiap 4 jam dalam perjalanan.

5. Jangan paksakan mengemudi bila lelah dan mengantuk.

6. Disiplin dan patuhi rambu lalu lintas.

7. Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalan rusak atau bergelombang, saat hujan, dan cuaca buruk.

8. Kendaraan tidak melebihi muatan dan tidak menyalahi peruntukannya.

9. Gunakan masker dan lindungi diri dari asap, debu, dan polusi.

10. Jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal.

11. Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah makan.

12. Konsumsi makanan atau minuman yang bersih dan sehat.

13. Buanglah sampah pada tempatnya.

14. Tidak buang air kecil atau air besar sembarangan. Gunakan toilet yang tersedia.

15. Bila sakit manfaatkan pos kesehatan terdekat. 

Pemudik, lanjut Menkes, tidak hanya berisiko pada kecelakaan saja, tetapi juga berisiko mengalami keracunan makanan, infeksi berbagai penyakit menular, hingga kekambuhan penyakit tidak menular.