Miris, Ebola Bikin Ribuan Anak Jadi Yatim Piatu

Oleh Fitri Syarifah pada 05 Nov 2014, 20:30 WIB
Diperbarui 05 Nov 2014, 20:30 WIB
Ebola
Perbesar
Ebola. Foto: Reuters

Liputan6.com, Jakarta Tingginya angka kematian akibat virus mematikan ebola di Afrika Barat terus menggugah perasan setiap orang. Kali ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis bahwa jumlah anak yatim piatu meningkat seiring tingginya jumlah kematian akibat ebola yang hampir mencapai 5.000 jiwa. Sebuah panti asuhan di Liberia bahkan mengaku tidak bisa menampung korban ebola saking banyaknya.

"Panti asuhan kami penuh sekarang, kita tidak bisa menampung lebih banyak anak lagi," kata salah satu pengurus yayasan yatim piatu di Liberia, Kay Knapp, seperti dikutip laman Foxnews, Rabu (5/11/2014). Mereka mengatakan, sejak ebola berkembang, diperkirakan ada 2.000 anak yatim piatu di Liberia saja.

Di sisi lain, organisasi PBB yang melindungi hak-hak anak dan kaum muda (UNICEF) mencatat ada 4.000 anak di Liberia, Guinea dan Sierra Leone yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua karena Ebola.

"Kita perlu mencari rumah untuk anak-anak setidaknya untuk enam bulan sampai satu tahun agar tidak menimbulkan ancaman bagi orang lain. Tapi masalahnya, ada stigmatisasi besar dalam budaya ini. Dan saat ini kami sedang mencari dana untuk membangun rumah termasuk membayar pengasuh," kata Knapp.

Sebagai sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak-anak, Save the Children juga telah mendirikan pusat perawatan sementara untuk memantau anak-anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat ebola. "Mereka akan dipantau selama 21 hari-sesuai masa inkubasi. Setelah itu mereka bisa aman. Yang menyedihkan, ada banyak orang yang tidak mau mengadopsi mereka dengan alasan rasa takut dan stigma karena Ebola."

"Masyarakat itu takut. Kami sering lihat, mereka yang selamat dijauhi oleh masyarakat. Padahal kami berupaya keras untuk membiarkan orang tahu bahwa mereka benar-benar aman. Tapi ya itu, ini adalah perjuangan yang panjang dan sulit di tengah-tengah krisis ebola," kata Direktur Save the Children di Liberia, Greg Ramm.

Akhir September, Save the Children telah selesai membangun 70 tempat tidur untuk perawatan ebola di Bong county, Liberia, area pedesaan yang letaknya 100 mil di luar ibukota negara. Bong adalah salah satu dari lima kabupaten di Liberia yang paling parah terkena dampak ebola.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya