Nila Moloek Ditolak SBY, Diangkat Jokowi Jadi Menteri Kesehatan

Oleh Irna Gustiawati pada 26 Okt 2014, 17:45 WIB
Diperbarui 26 Jan 2017, 04:49 WIB
Nila Moeloek

Liputan6.com, Jakarta Lima tahun lalu, tepatnya pada 7 Oktober 2009, saat pengumuman Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyisakan satu drama. Nila Djuwita F Moeloek yang sudah mengikuti audiensi dan tes kesehatan yang semula akan dipos menjabat Menteri Kesehatan, menjadi satu-satunya menteri yang tidak dilantik.

Kala itu di detik-detik menjelang pengumuman kabinetnya, SBY memanggil Endang Rahayu Sedyaningsih yang akhirnya menjadi Menteri Kesehatan. Namun Endang hanya menjalani 2,5 tahun jabatannya sebagai Menteri Kesehatan karena meninggal akibat kanker paru. Endang lalu digantikan oleh Nafsiah Mboi.

Tapi itu cerita lama, Nila yang sempat kecewa karena merasa disepelekan dan mendadak dibatalkan menjadi menteri, kini malah diangkat oleh Presiden berikutnya menduduki kursi Menteri Kesehatan.

Waktu itu lewat Mensesneg Hatta Rajasa, Presiden SBY sempat menelpon Nila dan meminta maaf dengan alasan Nila dianggap tidak kuat menghadapi stres yang tinggi. Meskipun penjelasan itu ditolak mentah-mentah oleh Nila. Tapi akhirnya pada Desember 2009, SBY memberikan pekerjaan ke Nila sebagai duta Millenium Development Goals (MDGs).        

Nila sampai kini masih aktif menjadi Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals 2009 - 2014. Ia harus bekerja keras antara lain menurunkan angka kematian ibu dan anak hingga sepertiga agar target MDGS 2015 tercapai.
 
Perempuan kelahiran Jakarta 11 April 1949 ini adalah istri dari mantan Menteri Kesehatan Farid Anfasa Moelok. Suaminya adalah menteri kesehatan di Kabinet Reformasi Pembangunan era Presiden BJ Habibie dan menteri kesehatan di Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Sang suami aktif dalam pengendalian tembakau dan pernah menjabat sebagai Ketua Komnas Pengendalian Tembakau.

Nila adalah dokter spesialisasi mata yang menempuh kuliah kedokterannya di Universitas Indonesia. Saat ini ia adalah guru besar untuk ilmu penyakit mata (Oftamologi) di almamaternya.

Gelar lengkapnya adalah Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K). Ia juga menjadi Staf Ahli Divisi Tumor Mata di RSCM Kirana. Setelah drama 5 tahun lalu, ibu dari tiga anak ini, sekarang resmi menjadi Menteri Kesehatan di Kabinet Kerja. Selamat bekerja Ibu Nila!

Biodata:


Nama:  Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K).

Tempat Tanggal Lahir:  Jakarta 11 April 1949

Nama Suami: Farid Anfasa Moeloek

Anak: 3 Orang

Pendidikan:

- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
- International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang
-  Program Doktor Pasca Sarjana di FKUI,
Pekerjaan: Utusan MDGS 2009-2014

Karya Ilmiah:

- Problems in The Management Of Orbital Tumors; Current Aspect In Ophthalmology, Vol.2:1725-1732.
- Evaluation of Orbital Exenteration In Conjunctival Squamous Cell Carcinoma patients; Current Aspect In Ophthalmology”, Vol. 2:1735-1740, 1992.
- Penelusuran Pemeriksaan Histopatologi Tumor Orbita, dalam Majalah Ophthalmologica Indonesiana, Vol. 15;170-178, 1994.
- Model Diagnostik Pemeriksaan Tumor Orbita Dalam Upaya Penemuan Tumor Orbita Kearah Lebih Dini, dalam Warta Kesehatan Mata, Vol. 8, 2004.
- Model Diagnostik Pemeriksaan Tumor Orbita, dalam Indonesian Journal of Oncology (IJO), Vol. 1, 2004

Live Streaming

Powered by