Pamer Stretch Mark, Kampanye Perempuan Cintai Tubuh

Oleh Benedikta Desideria pada 19 Agu 2014, 12:00 WIB
Diperbarui 19 Agu 2014, 12:00 WIB
Pamerkan Stretch Mark, Kampanye Perempuan Cintai Tubuh
Perbesar
Dukung perempuan cintai tubuh, akun Instagram ini ajak perempuan pamerkan strech mark dan selulit di tubuhnya.

Liputan6.com, Jakarta Tanpa disadari, masyarakat menuntut perempuan tampil sempurna dari ujung kepala hingga kaki. Stretch mark maupun selulit dianggap sebagai bencana bagi perempuan. Rasa percaya diri pun langsung pupus ketika mendapati kedua hal ini.

Untuk membangkitkan rasa percaya diri perempuan, dua orang ibu yang tak diketahui namanya membuat kampanye #loveyourlines yang mengajak perempuan seluruh dunia untuk merayakan keindahan tubuh dengan selulit dan strech mark di Instagram lewat akun @loveyourlines.

Seperti dilansir Goodhousekeeping, Senin (18/8/2014), kampanye ini awalnya adalah bentuk dukungan terhadap Tanis Jex-Blake, ibu lima anak ini diejek di pantai saat memakai bikini karena adanya stretch mark di perutnya. Padahal,  hadirnya strech mark terjadi pada dirinya saat ia hamil dan mengalami peningkatan berat badan hingga 30 kg.

Dukungan ini #loveyourlines pun menjadi bentuk dukungan kepada perempuan dunia untuk bangga akan tubuhnya. Apapun itu.

Strech mark merupakan hilang atau menipisnya permukaan kulit sehingga terjadi cekungan-cekungan di permukaan kulit. Kehamilan, obesitas, dan pengobatan karena peradangan kulit biasanya yang jadi penyebab hadirnya guratan di kulit ini. Jika terjadi akibat kehamilan, strech mark paling kentara pada bagian perut.

Tak disangka, tanggapan dunia pun sangat baik. Hanya selang beberapa hari diluncurkan sudah @loveyourlines mencapai 20.284 pengikut.