Kenapa Manusia Punya Rasa Haus?

Oleh Fitri Syarifah pada 07 Jul 2014, 22:00 WIB
Diperbarui 07 Jul 2014, 22:00 WIB
Malas Minum Jadi Budaya Mendunia
Perbesar
Kesadaran masyarakat Indonesia untuk minum ternyata belum banyak berubah.

Liputan6.com, Jakarta Meski saat puasa kita dituntut untuk menahan haus dan lapar. Tapi rasa haus ini bisa digantikan waktu minummnya saat sahur dan berbuka. Tapi pernahkah Anda berpikir, mengapa kita mengalami rasa haus?

Para pakar kesehatan dalam buku ‘Air Bagi Kesehatan’ edisi kedua tahun 2012 yang disusun oleh pakar gizi seperti DR. Dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), Prof. DR. Ir. Hardinsyah, MS, DR. Dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dan Dr. Sudung O. Pardede, Sp.A (K) menjelaskan, sensasi haus yang muncul pada manusia itu dikendalikan oleh sistem saraf pusat sebagai respon terhadap kekurangan air di tubuh.

"Rasa haus terjadi ketika kita terlambat minum, air tubuh berkurang dan osmolalitas cairan tubuh meningkat. Rasa haus muncul setelah tubuh mengalami kurang air sekitar 0,5 persen," tulis keempat pakar kesehatan.

Para pakar menerangkan, ada perbedaan waktu antara tubuh mulai kekurangan air dengan munculnya rasa haus. Rasa haus muncul setelah sekian menit organ-organ tubuh utama kekurangan air memberikan sinyal pada bagian otak-hipotalamus.

Menilai hal tersebut, keempat pakar menyarankan, untuk tetap minum air putih meski puasa. Cara mudahnya dengan minum air putih 2 gelas saat sahur, 4 gelas setelah berbuka dan 2 gelas pada malam hari sebelum tidur.