Pemuda Teliti Lebih Sehat Dibanding yang Tak Disiplin

Oleh Melly Febrida pada 13 Mar 2014, 10:30 WIB
Diperbarui 13 Mar 2014, 10:30 WIB
Kepribadian
Perbesar

Liputan6.com, New York Kepribadian pemuda bisa menjadi petunjuk kesehatannya di kemudian hari. Sebuah penelitian menunjukkan, orang-orang berusia 26 tahun yang lebih teliti biasanya cenderung disiplin dan tertib. Orang-orang ini lebih sehat 12 tahun kemudian dibanding orang-orang yang kurang disiplin.

Orang-orang teliti ini cenderung bisa mengontrol diri dan tidak merokok, menyalahgunakan obat-obatan atau alkohol, atau terlibat dalam perilaku kesehatan yang berisiko. Orang seperti ini lebih cenderung bergaya hidup aktif dan diet yang sehat.

Sedangkan orang-orang yang kurang teliti di masa mudanya, sebanyak 45 persen mengembangkan masalah kesehatan di usia 38 tahun karena kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit gusi. Sedangkan 18 persen orang yang paling teliti mengembangkan satu masalah kesehatan.

Hal ini disampaikan Peneliti Salomon Israel , dari Duke University seperti dilansir LiveScience, Rabu (12/3/2014).

Selain kepribadian yang disiplin, orang yang terbuka dengan pengalaman juga lebih sehat di kemudian hari. Orang-orang ini memiliki skor kepribadian yang tinggi. Mereka cenderung penasaran, imajinatif, dan lebih memilih rutinitas yang beraneka ragam.

Orang yang terbuka cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi, yang mungkin cenderung memiliki pengetahuan bagaimana mencegah penyakit ketika usia semakin tua, mencari bantuan medis jika sakit dan mematuhi pengobatan yang kompleks.

Penelitian ini melibatkan 1.000 orang di New Zealand. Pada temuan ini, peneliti memperhitungkan faktor yang bisa memengaruhi kesehatan seperti status ekonomi, berat badan, kebiasaan merokok. Dan kepribadian peserta dinilai dua kali. Yang pertama oleh orang yang mengenalnya sangat baik seperti sahabat, anggota keluarga, atau kekasih. Dan yang kedua oleh perawat dan resepsionis yang baru bertemu responden.

Temuan menunjukkan, kepribadian bisa membantu dokter mengantisipasi pemuda dari risiko kesehatan yang buruk. Mungkin dengan penelitian ini dokter harus menilai kepribadian pasiennya selama pemeriksaan.

"Mengukur kepribadian ke perawatan primer merupakan cara yang murah dan bisa diakses untuk mengidentifikasi orang dewasa muda yang membutuhkan perhatian dokter agar melakukan gaya hidup sehat ketika masih muda, sehingga mencegah penyakit," tulis peneliti dalam Journal of Personality and Social Psychology.

Yang menarik dari penelitian ini orang yang kepribadiannya neurotisisme atau cenderung cemas dan murung, tak berhubungan dengan kesehatannya di masa depan. Padahal teori yang berkembang stres dan cemas bisa buruk buat kesehatan.