Masjidil Haram Lengang, Jemaah Bentuk Antrean Cium Hajar Aswad

Oleh Nurmayanti pada 15 Sep 2019, 20:15 WIB
Jemaah haji antre mencium Hajar Aswad di Kakbah, Makkah. Khoiron/Kemenag

Liputan6.com, Jeddah - Masa operasional haji 1440H/2019M sudah berakhir. Jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan kota Makkah menuju Madinah sejak 6 September 2019.

Sedang kloter terakhir jemaah haji Indonesia meninggalkan kota Madinah kembali ke Tanah Air hari ini, Minggu (15/09) pagi.

Makkah mulai sepi, Masjidil Haram pun mulai lengang. Namun, beberapa jemaah umrah dari Indonesia dan Malaysia sudah mulai berdatangan. Mereka tampak melakukan ibadah umrah di Masjidil Haram.

Seperti mengutip situs Kementerian Agama, melaporkan area tawaf (mathaf) hari ini tampak semakin longgar. Kesempatan untuk beribadah di sekitar Ka’bah semakin luas.

Bahkan, sejak pagi hingga masuk waktu Zuhur, petugas Masjidil Haram mengatur jemaah untuk membentuk antrian mencium Hajar Aswad.

Sementara sebagian jamaah melakukan tawaf, sebagian lainnya salat sunnah di maqam-maqam mustajabah, seperti Hijir Ismail dan Maqam Ibrahim.

Antrian Hajar Aswad memanjang sekitar 50 meter. Ujung antrian ada di pintu masuk Hijir Ismail, memanjang ke arah Rukun Yamani baru memutar ke sudut Hajar Aswad. Lama mengantri dari Hijir Ismail sampai Hajar Aswad sekitar 15 menit. Petugas mengatur giliran dan hanya memberi kesempatan jemaah untuk satu kali kecupan saat mencium Hajar Aswad lalu segera keluar.

Suasana di sekitar Hajar Aswad yang biasanya penuh dengan orang-orang berdesakan pun menjadi teratur. Para jemaah berkesempatan untuk mencium Hajar Aswad dengan tertib dan tenang.

Bahkan, tidak jarang jemaah yang sudah berkesempatan untuk mencium, kembali lagi mengantri agar bisa mencium Hajar Aswad yang kedua atau bahkan ketiga kali.

Masuk waktu Zuhur, antrian dicukupkan. Jemaah diminta untuk membentuk barisan salat berjamaah. Menunggu iqamah, tampak petugas membersihkan Hajar Aswad dan Rukun Yamani, lalu kembali melumurinya dengan minyak wangi.

Selepas Zuhur, antrian belum lagi diberlakukan sehingga jemaah kembali berebut saat akan mencium Hajar Aswad. (Khoiron)

2 of 2

Seluruh Kloter Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air

Jemaah Haji menuju Proses Imigrasi di Layanan Eyab di Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah. Darmawan/MCh 2019
Jemaah Haji dalam proses imigrasi di Layanan Eyab di Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah. Darmawan/MCh 2019

Seluruh kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia sudah kembali ke Tanah Air. Jemaah asal Embarkasi Banjarmasin 19 (BDJ-19) menjadi yang terakhir pulang ke Indonesia, pada 15 september 2019.

Pemulangan jemaah haji terakhir berlangsung melalui Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.

"15 September ini, kita bisa mengakhiri proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air," ujar Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat usai melepas kepergiaan jemaah haji BDJ-19 di Madinah, Minggu (15/9/2019).

Berdasarkan sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, jemaah haji Indonesia yang sudah kembali ke Tanah Air sebanyak 212.223 dari 529 kloter.

Tercatat, 207.680 orang sudah tiba di Indonesia dari 517 kloter. Sementara jumlah petugas yang kembali 2.645 orang.

Dia menuturkan, seiring kepulangan jemaah haji BDJ-19 menandai kepulangan seluruh kloter jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi.

Sejauh ini, pemulangan jemaah haji Indonesai dinilai berlangsung baik tanpa kendala berarti. Mulai dari proses perjalanan jemaah haji dari hotel menuju bandara hingga proses imigrasi.

Demikian pula pemerintah Arab Saudi melalui institusinya memberikan dukungan terkait kepulangan jemaah haji Indonesia. Sehingga semua proses pemulangan jemaah haji berjalan lancar.

Kalaupun ada masalah hanya dalam skala kecil yang dinilai bisa terselesaikan. Seperti barang bawaan jemaah haji yang begitu banyak. Meski sebenarnya jemaah sudah tahu dan mendapatkan sosialisasi tentang aturan barang bawaan.

Kemudian beberapa masalah jemaah yang kehilangan paspor. "Tapi dengan sigap kawan-kawan dari KJRI Jeddah membantu membuatkan SPLP pengganti paspor dan Alhamdulillah proses pemulangan jamaah haji tidak terganggu ya," ungkapnya.

Dia pun menilai kinerja petugas haji selama operasional haji di bandara berjalan dengan baik.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by