Salat Arbain, Bentuk Ikhtiar Kesalehan Personal dan Sosial Jemaah Haji

Oleh Nurmayanti pada 09 Sep 2019, 06:02 WIB
Masjid Nabawi di Madinah. Darmawan/MCH

Liputan6.com, Madinah - Jemaah haji gelombang II kini tengah melaksanakan Salat Arbain di di Masjid Nabawi, Madinah Al Munawarah. Jemaah yang berhasil melaksanakan salat 40 waktu berturut-turut (salat Arbain) diharapkan mampu membentuk kesalehan personal dan sosial.

Seperti diungkapkan Konsultan ibadah Daerah Kerja Madinah, KH. Muh. Afif Al Mubarok mengatakan bahwa jemaah haji 

“Saleh secara pribadi maupun saleh secara sosial, sehingga diharapkan mampu membawa perubahan yang luar biasa pada dirinya maupun masyarakat pada umumnya,” ujar Afif saat berikan tausiyah.

Ia menuturkan Salat Arbain merupakan salah satu ibadah yang dilakukan jemaah haji di Kota Madinah al Munawarah, yaitu salat fardu berjamaah di masjid Nabawi selama 40 kali berturut-turut bersama imam masjid.

“Arbain bukanlah merupakan salah satu manasik haji, tapi jemaah haji pada umumnya mengharapkan betul bisa melaksanakan Arbain ini. Terutama terkait dengan keutamaan salat Arbain yang luar biasa,” tuturnya.

Ia mengutip salah satu hadist nabi yang berbunyi, Barang siapa yang salat di masjidku, 40 waktu salat tidak terputus satu kali pun maka ditulis baginya kebebasan dari neraka, selamat dari siksa dan dibebaskan dari kemunafikan.

“Yang perlu ditekankan dalam Arbain adalah esensi, yaitu disiplin waktu melaksanakan salat 5 waktu sehingga diharapkan dengan niat yang kuat, jemaah haji setelah lulus Arbain di Madinah, jemaah haji dapat melakukan Arbain di daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Diharapkan, usai Arbain, jemaah dapat menerapkan disiplin waktu salat.

“Sementara salat adalah imadudin, tiang agama, maka diharapkan keberagamaan mereka akan lebih baik secara pribadi maupun sosial,” pungkasnya.