Safron, Rempah Termahal Dunia Incaran Jemaah Haji

Oleh Nurmayanti pada 06 Sep 2019, 12:00 WIB
Rempah atau bumbu termahal di dunia, Safron. Nurmayanti/Liputan6.com

Liputan6.com, Madinah - Berbelanja oleh-oleh sebagai buah tangan seakan menjadi keharusan bagi jemaah haji saat kembali ke Tanah Air.

Kurma, pakaian, tasbih sudah lumrah dibeli dari Tanah Suci. Kini, ada satu lagi buah tangan yang jadi incaran jemaah haji, yakni bumbu atau rempah bernama safron.

Safron memang bisa didapatkan cukup mudah di Arab Saudi. Beberapa toko menyediakan tanaman yang konon merupakan bumbu termahal di dunia.

Fauzan Adiman, warga Indonesia yang sedang tinggal di Arab Saudi menuturkan, jika safron di Arab Saudi awalnya dikenal sebagai rempah atau bumbu masakan.

Meski kini fungsinya kian meluas sebagai bahan pengobatan tradisional (herbal) dan kosmetik.

Safron yang dijual di Arab Saudi merupakan impor dari Iran dan Afghanistan. Adapula yang dari Spanyol.

Menurut dia, kualitas dari produksi safron Iran dan Afghanistan tak jauh beda. " Memang yang sudah terkenal di masyarakat produk Iran," jelas dia.

Dia mengaku, safron kini banyak menjadi incaran jemaah haji Indonesia. Mereka memanfaatkannya sebagai minuman herbal. 

Safron dipercaya mengandung beberapa manfaat. Seperti antioksidan, meningkatkan stamina, mencegah depresi. Serta bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti diabetes dan memiliki komponen anti-kanker. 

Sebagai minuman herbal, cukup mengambil 3 helai safron yang kemudian dimasukkan ke dalam segelas air. Tunggu beberapa menit hingga air berubah warna menjadi kuning.

Setelah itu air safron siap  diminum. Bagi yang suka bisa menambahkan ke dalamnya madu sebagai campuran.

 

2 of 2

Harga

Bumbu termahal di dunia, Safron. Nurmayanti/Liputan6.com
Bumbu termahal di dunia, Safron. Nurmayanti/Liputan6.com

Safron sebenarnya bisa didapatkan di Indonesia, tapi tentu harus merogoh kocek tak sedikit. Sementara di Arab Saudi, safron bisa didapatkan dengan harga lebih murah. 

Mahalnya harga safron bukan tanpa alasan. Itu karena proses tanam dan produksinya yang tak mudah.

" Panennya pun masih manual dan hanya di bulan September dan Oktober," dia menandaskan. 

Harga safron bervariasi tergantung pembeli menemukan toko yang bisa menawarkan harga dengan semurah-murahnya. Pembelian safron berlaku secara hitungan gram. Kisarannya 10 riyal hingga 45 riyal per gram. 

Namun, saat membeli safron pembeli harus teliti. Fauzan sempat menemukan safron palsu. Mahalnya harga bumbu rempah ini, menjadi pemicu ada pihak tak bertanggung jawab ingin mengambil untung.

Fauzan memberi sedikit tips membedakan safron palsu dan asli. Bisa diketahui saat memasukkannya ke dalam air. Safron asli akan berwarna kuning, sementara yang lain biasanya merah menyala.

Kemudian bisa dicium dari bau. Safron memiliki bau harum rempah, sementara yang palsu tidak.

Saat disentuh pun ada perbedaan. Safron asli tak bisa hancur sementara yang palsu sagat mudah hancur.

Haji bernama Damar Galih, sengaja membeli safron sebagai minuman herbal. "Saya beli sekitar 50 Riyal," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓