Akhir Agustus, Ahli Waris Korban Crane Jatuh Terima Cek Santunan

Oleh Nurmayanti pada 02 Sep 2019, 14:03 WIB
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin melepas jemaah haji kelompok terbang (kloter) 1 JKS di Makkah. Bahauddin/MCH

Liputan6.com, Jakarta - Setelah peristiwa jatuhnya di Masjidil Haram pada musim haji 1436H/2015 M, akhirnya yang ditunggu ahli waris terwujud. Kedutaan Besar RI di Riyadh memastikan pada akhir bulan Agustus 2019 akan menerima cek santunan bagi korban.

Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi komitmen kerajaan Saudi Arabia.

"Ini bentuk pertanggungjawaban dan kepedulian yang amat patut diapresiasi," Tegas Menag di Jakarta.

Menag menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Saudia Arabia terhadap ahli waris dan keluarga para korban jatuhnya crane.

Sebelumnya, KBRI Riyadh dalam rilisnya menyebutkan bahwa cek santunan yang telah diterima senilai USD 6,13 juta atau setara SAR 23 juta, atau senilai Rp 85,1 miliar.

"Kementerian Agama siap membantu Kementerian Luar Negeri untuk mempercepat finalisasi administratif terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia," Ungkap Menag.

Jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram terjadi pada Jumat 11 September 2015. Tercatat lebih dari 100 orang wafat dan lebih 200 orang luka akibat peristiwa tersebut.

Selain dari Indonesia, korban juga berasal dari Pakistan, India, Bangladesh, Malaysia, Turki, Aljazair, Iran, Irak, Libia, Afghanistan dan Mesir. (Desti Gusrina)