Usai Malaysia, Somalia Ingin Sontek Penyelenggaraan Haji Indonesia

Oleh Nurmayanti pada 02 Sep 2019, 09:32 WIB
Ketua Misi Haji  Somalia Umar Faruk, saat berkunjung ke Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, di Makkah. Dok Kemenag

Liputan6.com, Madi Satu lagi negara yang mengapresiasi penyelengaraan ibadah haji Indonesia di Arab Saudi. Kali ini datang dari negara yang telah menetapkan Islam sebagai agama resminya, Somalia. 

Sebelumnya, Malaysia dan Turki menyebut Indonesia sebagai salah satu penyelenggara haji terbaik.

Apresiasi ini disampaikan Ketua Misi Haji  Somalia Umar Faruk, saat berkunjung ke Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, di Makkah. 

Somalia pun menyatakan keinginannya untuk mencontoh keberhasilan penyelenggaraan haji Indonesia.

"Indonesia dengan jumlah jemaah yang sangat besar tapi paling tertib. Sedangkan kami, jemaah Somalia hanya 11.500, tapi belum bisa tertib seperti Indonesia," ujar Umar Faruk, kemarin. 

Kepada Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid yang menyambut kedatangannya, Umar Faruk menyampaikan  keinginan Somalia untuk menjalin kerjasama dengan misi haji Indonesia. 

"Kami ingin belajar bagaimana menyusun jadwal, mengatur pengelompokan jemaah, membina jemaah, serta  menyediakan layanan sejak tanah air hingga Arab Saudi," sambung Umar Faruk. 

Menanggapi hal ini, Kadaker Makkah Subhan Cholid menyampaikan Indonesia amat terbuka untuk melakukan tukar informasi dan pengalaman terkait penyelenggaraan haji dengan negara mana pun, termasuk Somalia.

"Kami menyambut baik kedatangan teman-teman Misi Haji Somalia, dan terbuka untuk berbagi pengalaman," ujar Subhan. 

Salah satu kunci yang menjadi kekuatan Indonesia dalam penyelenggaraan haji menurut Subhan adalah ketatnya penjadwalan yang dibuat oleh Misi Haji Indonesia.

"Kami membuat jadwal dengan detil dan rigid. Dengan jadwal ini, kami kemudian dapat mengatur skenario layanan sepanjang musim haji berlangsung," ungkap Subhan.  

2 of 2

Pemulangan Jemaah Haji dari Bandara Jeddah Berakhir

Pemulangan jemaah haji dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah berakhir. Jemaah haji kelompok terbang 15 Embarkasi Batam (BTH-15) menjadi yang terakhir pulang ke Tanah Air dari Jeddah.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Kedatangan dan Keberangkatan PPIH Arab Saudi, Cecep Nursyamsi di Jeddah, Minggu (1/9/2019).

"Pemulangan jemaah terakhir pada gelombang 1 yang diberangkatkan dari juga diakhiri dari Embarkasi 15 Batam," jelas dia.

Jemaah haji BTH-15 yang berangkat ke Indonesia tercatat sebanyak 445 orang. Mereka berangkat dari Makkah pada pukul 23.15 Waktu Arab Saudi (WAS), Sabtu (31/8/2019).

Kemudian tiba di Jeddah pukul 01.15 WAS, dan terbang ke Indonesia pukul 07.15 WAS, pada Minggu (1/9/2019). 

Cecep menuturkan jika jemaah haji yang diberangkatkan dari Bandara Jeddah seluruhnya sebanyak 94.009 orang. Tahap selanjutnya adalah pemulangan jemaah haji dari Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.

Kepala Kloter BTH-15, Husban mengaku senang bisa kembali ke Tanah Air usai menunaikan ibadah haji.

Dia pun menyatakan apresiasi atas layanan dari pemerintah bagi seluruh jemaah haji yang dinilai baik di Tanah Suci.

"Kita merasa bahagia dilayani bahkan kami dilepas Dirjen PHU, beruntung sekali meski kami kloter terakhir. Tapi dapat pelayanan luar biasa dari rekan petugas di bandara dan mudah-mudahan berlanjut sampai Tanah Air," ungkap dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓