Upaya Indonesia Menikmati Pasar Haji dan Umrah di Arab Saudi

Oleh Nurmayanti pada 24 Agu 2019, 16:51 WIB
Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, M. Hery Saripudin. Darmawan/MCH

Liputan6.com, Jeddah - Indonesia ingin menjadikan pelaksanaan haji dan umrah sebagai pasar perintis masuknya produk-produk buatan nasional ke Arab Saudi.

Minimal, Indonesia bisa menikmati sepertiga dari nilai ekonomi yang terjadi selama pelaksanaan haji dan umrah, mengingat jemaah haji Tanah Air merupakan yang terbanyak di dunia.

Demikian diungkapkan Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, M. Hery Saripudin.

"Pasar perintis mengandalkan kepada haji. Dengan cara pemerintah memformulasikan kebijakan. Sejak 3 tahun  kami berusaha, KJRI, kemenag, Kemendag dan instansi lainnya ingin menyamakan bahasa bahwa (pasar) haji ini besar," ujar dia di Jeddah, Sabtu (24/8/2019). 

Dia menuturkan, selama ini Indonesia telah masuk ke pasar reguler. Di mana produk nasional telah dinikmati warga Indonesia maupun Arab Saudi.

Kini, pemerintah juga fokus mengambil pasar haji dan umrah yang dinilai sangat besar. Mulai dari sisi anggaran maupun jumlah jemaah. Pasar yang bisa diambil mulai dari sektor transportasi, konsumsi, akomodasi, kesehatan dan lainnya.

"Paling tidak kalau tidak setengah, ya seperempat kembali ke Indonesia, ini idealnya," dia menuturkan.

Sebagai contoh, sejak 3 tahun terakhir pemerintah meminta pengusaha yang ingin mengikuti tender pengadaan kebutuhan haji dan umrah bagi jemaah Indonesia harus memakai produk buatan nasional.

Tim dari pemerintah akan memastikan jika pengusaha yang lolos tender benar-benar memakai produk nasional.

Sebagai contoh pada pengadaan makanan jemaah haji. "Tidak hanya rule tapi juga membentuk tim verifikasi kita datangi secara diam-diam ke dapur mereka. Kita lihat inventory mereka apakah ada produk yang bisa digantikan dengan produk Indonesia," tambah dia.

Alhasil, kini banyak pengusaha Arab Saudi yang mulai melirik produk nasional. Mulai dari makanan minuman, tekstil, produk farmasi dan lainnya.

Ini bisa dilihat dari jumlah pengusaha Arab Saudi yang mendatangi Trade Expo Indonesia yang berlangsung di Jakarta. Pada tahun lalu sekitar 390 pengusaha Arab Saudi hadir di TEI.  

Berdasarkan catatan Konjen Jeddah, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus. Pada periode Januari-Juni 2018 dibandingkan Januari-Juni 2019. Bila tahun lalu nilainya USD 637,92 juta kini telah naik menjadi USD 699, 063 juta. 

Bahkan surplus per juni 2019 naik hingga 191 persen dari USD 105,96 juta di 2018 menjadi USD 300,018 juta di 2019.