Disunahkan Bagi Jemaah Haji, Ini Adab Ziarah di Masjid Nabawi

Oleh Liputan6.com pada 22 Agu 2019, 07:32 WIB
Diperbarui 09 Sep 2019, 06:03 WIB
Masjid Nabawi di Madinah. Darmawan/MCH

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 25.316 jemaah haji telah dipulangkan dari Arab Saudi ke Indonesia dari 62 kelompok terbang (kloter).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.841 orang telah tiba di Indonesia. Dan sisanya akan menunggu jadwal kepulangan.

Bagi jemaah haji yang sedang menunggu kepulangan ke Tanah Air, mereka bisa memanfaatkan waktu berkunjung dan berziarah ke Masjid Nabawi. Hal itu pun disunahkan.

Karena, ada sejumlah hadis yang menjelaskan keistimewaan Masjid Nabawi. Ini seperti dikutip dari buku Rujukan Sifat Haji Dan Umrah Nabi SAW karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 

Menurutnya, dalam sebuah hadis disebutkan larangan untuk melakukan perjalanan jauh selain ke tiga masjid. Salah satu dari perjalanan jauh yang dibolehkan adalah berziarah ke Masjid Nabawi.

"Tidak boleh melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga masjid, yaitu masjidku (Masjid Nabawi), Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsha," dikutip dari HR Al Bukhari dan Muslim.

Selain Itu, jika seseorang mengerjakan salat arbain atau salat berjemaah selama delapan hari di Masjid Nabawi, akan dicatat sebagai orang yang bebas dari neraka, siksa, dan kemunafikan.

Pahala orang yang salat di Masjid Nabawi sama dengan orang yang salat seribu kali di masjid lainnya. Berikut adab-adab ziarah di Masjid Nabawi yang disunahkan dilakukan oleh jemaah haji:

2 of 5

Masuk Masjid Dahulukan Kaki Kanan

qiblatain
Masjid Qiblatain dikenal dengan masjid 2 arah kiblat. (Liputan6.com/Wawan Isab Rubiyanto)

Bila seseorang masuk masjid, hendaklah mendahulukan kaki kanannya sambil mengucapkan,

بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغفرلي ذنوبي و افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ، أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ 

"Dengan menyebut nama Allah, salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasullah. Ya Allah, ampunilah untukku dosa-dosaku ,dan bukanlah untukku pintu-pintu rahmat Mu. Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, kepada wajah Nya yang Maha Mulia serta kekuasaan Nya yang maha Qadim, dari setan yang terkutuk."

3 of 5

Melaksanakan Salat Tahiyatul

shalat Tahiyatul
Sejumlah jamaah melaksanakan shalat sunah di Raudhah, sebelah makam nabi Muhammad SAW di Masjidil Nabawi, Arab Saudi. (Antara)

Kemudian hendaklah salat tahiyatul masjid dua rakaat. Karena Nabi Muhammad bersabda,

إِذَا دَخَل أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ

"Apabila salah seorang di antara kalian masuk ke dalam masjid, maka janganlah dia duduk sampai (terlebih dahulu) salat dua rakaat." dikutip dari Muttafaq 'alaih.

Dan dalam shahih al bukhari dan shahih muslim dari hadis Ka'ab bin Malik, beliau berkata,

"... dan di pagi hari Rasullah tiba (dari safarnya),dan yang pertama sekali beliau lakukan apabila tiba kembali dari safar adalah beliau ke masjid terlebih dahulu dan salat dua rakaat padanya."

Kemudian dari jabir, beliau berkata,

"Aku pernah bersama Rasullah dalam suatu safar,dan ketika kami telah kembali di Madinah, beliau bersabda, 'masuklah (Masjid) lalu salatlah dua rakaat." diriwayatkan oleh al Bukhari.

4 of 5

Salat di Ar Raudhah

Berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi Madinah
Tepat di sebelah makam dan mimbar Rasulullah terdapat raudhah yang biasanya digunakan jemaah untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

Hendaklah seorang muslim berusaha dapat melaksanakan salat di ar Raudhah bila dimungkinkan baginya karena memiliki keutamaan.

Jika tidak dimungkinkan, maka salat bisa dilakukan di mana saja dari bagian Masjid Nabawi dan ini adalah selain salat jamaah.

Sedangkan salat jemaah, maka hendaklah seseorang berusaha mendapatkan shaf pertama, yang dibelakang imam, karena itulah yang lebih utama. Ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad,

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا,

"Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama." (Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah)

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

"Kalau saja orang-orang mengetahui pahala yang ada pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan melakukan undian, niscaya mereka akan melakukan undian (untuk mendpatkannya)." (Muttafaq 'alaih).

 

(Desti Gusrina)

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓