191 Jemaah Haji Meninggal Dunia Usai Fase Puncak Haji

Oleh Nurmayanti pada 16 Agu 2019, 06:32 WIB
Diperbarui 13 Sep 2019, 14:30 WIB
Penanganan Jemaah Haji Sakit di KKHI Makkah. Bahauddin/MCH

Liputan6.com, Makkah - Fase puncak haji Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) telah selesai. Usai akhir puncak haji, 191 jemaah haji tercatat wafat di Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, 14 jemaah haji merupakan haji khusus. Jemaah yang wafat berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia. Seperti Jakarta, Padang, Palembang, Surabaya, Batam dan lainnya.

Demikian mengutip data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) kementerian Agama, Jumat (16/8/2019), pukul 02.21 Waktu Arab Saudi.

Sebelumnya Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Eka Yusuf Singka mengatakan, bahwa selama fase armuzna, jemaah haji meninggal tercatat 21 orang.

"13 jemaah haji meninggal di RS Arab Saudi, 4 meninggal di tenda, dan 1 orang meninggal di jabal rahmah. Sudah dilakukan evakuasi. Dan 3 jemaah haji wafat saat perjalanan rujukan ke RS Arab Saudi. Di klinik Mina tidak ada yang meninggal, " kata Eka Yusuf Singka.

Dia menghimbau untuk saat ini jemaah haji yang baru kembali dari Mina tidak terlalu banyak melakukan aktifitas, karena kondisi jemaah yang masih kelelahan.

Jemaah haji Indonesia yang kondisi kesehatannya kurang baik bila tetap dirawat di Arab Saudi akan ditanazulkan (dipulangkan) lebih awal ke Indonesia. Hal itu juga atas permintaan pasien bersangkutan.

"Kita lihat kondisinya penyakitnya dan atas kemauan bersangkutan dan ketua kloter ingin dipulangkan lebih awal. Kan sudah berhaji dan bila kondisinya sakit berkelanjutan," katanya.

Tonton Video Ini: