Mengenal Amalan Haji, Melontar Jumrah di Mina

Oleh Liputan6.com pada 13 Agu 2019, 17:27 WIB
[Bintang] Jatuhnya 'Crane' Masjidil Haram Tak Jadi Musibah Pertama di Mekah

Liputan6.com, Jakarta - Melontar jumrah merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji. Jemaah melaksanakan kegiatan tersebut pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhujjah. 

Lempar jumrah atau ramy al jumrah adalah melemparkan batu kerikil pada waktu, tempat, dan jumlah yang sudah ditentukan. Sebagaimana diketahui ada tiga tempat jumrah di Mina. 

Halimi Zuhdy  dalam bukunya Sejarah Haji & Manasik membahas secara lengkap tentang jumrah. Menurut dia, jumrah dilakukan di tiga tempat. Yaitu

1. Jumrah Ula, terletak dekat dengan Masjid Khoif. Jarak antara jumrah wustho dan jumrah ula adalah kurang lebih 156,5 meter.

2. Jumrah Wustho, terletak di tengah antara jumrah ula dan jumrah aqabah. Jaraknya antara jumrah ula dan jumrah aqabah kurang lebih 117 meter.

3. Jumrah Aqabah, terletak paling dekat ke Makkah.

Pada 10 Dzulhijjah, jumrah yang dilontar hanyalah jumrah aqabah. Rasullah SAW melontar pada 10 dzulhijjah selepas dari Muzdalifah setelah matahari terbit.

Ada riwayat yang mengatakan bahwa sebagian orang diizinkan Rasullah meninggalkan Muzdalifah sebelum fajar, melontar jumrah 'Aqabah sebelum matahari terbit bahkan sebelum terbit fajar.

Tetapi ada yang secara tegas melarang melontar jumrah sebelum matahari terbit bahkan sebelum terbit fajar, tetapi ada yang secara tegas melarang melontar jumrah sebelum matahari terbit bahkan untuk keluarga beliau yang diizinkan meninggalkan Muzdalifah pada malam hari.

Berdasar pada hal itu, diusahakan jemaah haji melontar sebelum matahari terbit. Tidak mengapa seandainya jemaah haji melontarnya pada sore hari sekembali dari Mekkah melakukan thawaf ifadah.

 

2 of 2

Jangan Melontar Sebelum Waktunya

20160914-haji-mina-lempar jumrah
Tempat lontar jumrah di Mina, Mekah, Arab Saudi, lengang.

Adapun kegiatan lontar jumrah pada 11,12,dan 13 Dzulhijjah adalah tiga jumrah. Dimulai dari dari jumrah ula,wustha, dan aqabah. Adapun waktu melontar di hari-hari itu adalah tiap setelah matahari tergelincir ke barat.

"Jangan sampai kita melontar sebelum waktunya. Orang boleh melontar pada dua hari, yaitu pada tanggal 11 dan 12. Hal tersebut dinamakan nafar awwal. Boleh juga dilakukan sampai pada tanggal 13. Itulah yang dinamakan nafar tsani," Tulis Zuhdy.

 (Desti Gusrina)

Lanjutkan Membaca ↓